Hari Kartini, 125 Siswa SDN 2 Sirnoboyo Pacitan Catwalk Baju Adat Tanamkan Cinta Budaya

Peringatan Hari Kartini di SDN 2 Sirnoboyo, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/4/2026), dibuat berbeda. Sebanyak 125 siswa dari kelas 1 hingga 6 tampil di atas catwalk mengenakan beragam pakaian adat Nusan

Mei 2, 2026 - 13:00
Hari Kartini, 125 Siswa SDN 2 Sirnoboyo Pacitan Catwalk Baju Adat Tanamkan Cinta Budaya

PACITAN - Peringatan Hari Kartini di SDN 2 Sirnoboyo, Kabupaten Pacitan, Selasa (21/4/2026), dibuat berbeda. Sebanyak 125 siswa dari kelas 1 hingga 6 tampil di atas catwalk mengenakan beragam pakaian adat Nusantara dalam fashion show bertajuk Harmony in Diversity sebagai cara menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.

Sejak pagi, halaman sekolah yang semula diselimuti mendung justru dipenuhi semangat para siswa. Satu per satu mereka melangkah percaya diri di atas panggung, memperagakan busana khas dari berbagai daerah. Suasana kian meriah ketika sorak dukungan dari teman-teman dan guru mengiringi setiap penampilan.

Kegiatan ini tak sekadar lomba busana. Sekolah sengaja merancangnya sebagai media belajar yang dikemas menyenangkan. Para siswa tak hanya diajak mengenal keragaman pakaian adat, tetapi juga memahami nilai perjuangan R.A. Kartini lewat cara yang dekat dengan dunia anak-anak.

Ada pula konsep unik yang membuat acara ini terasa berbeda. Setiap siswa diminta membawa satu kado dari rumah. Seluruh hadiah kemudian dikumpulkan dan dibagikan kembali secara acak setelah peserta selesai tampil. Cara ini dilakukan agar semua anak mendapat apresiasi yang sama atas keberanian mereka naik ke panggung.

Tak berhenti di situ, panitia juga menyelipkan kuis interaktif seputar sejarah dan profil R.A. Kartini. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar berhak membawa pulang hadiah tambahan.

Catwalk Baju Adat

Para juara lomba fashion show SDN 2 Sirnoboyo Pacitan berpose bareng guru, Selasa (21/4/2026).(Foto: Ardesia for TIMES Indonesia)

Kepala SDN 2 Sirnoboyo, Suko Winoto, mengapresiasi kekompakan seluruh warga sekolah yang berhasil menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya bangga dan terkesan dengan kegiatan ini. Tak lupa, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh bapak ibu guru serta staf kependidikan yang turut mendukung acara ini. Ini adalah kegiatan yang positif untuk memperkenalkan siswa terhadap budaya daerah,” ujarnya.

Menurut dia, momentum Hari Kartini harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.

“Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan lebih menghargai perjuangan pahlawan khususnya Ibu Kartini dalam memperjuangkan hak kaum wanita serta mencintai keanekaragaman budaya daerah Indonesia. Harapan saya, anak-anak akan menjadi insan yang mencintai pahlawannya, menghargai keanekaragaman budaya daerah, dan menjadi generasi masa depan yang memiliki identitas,” tambahnya.

Penanggung jawab bidang seni sekaligus wali kelas 3, Marsini, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler yang mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan baik. Ini merupakan bukti kekompakan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SDN 2 Sirnoboyo. Acara ini termasuk dalam pembelajaran kokurikuler untuk memperkuat materi kelas tentang keberagaman budaya Nusantara yang melibatkan tiga mata pelajaran sekaligus, yaitu Seni Budaya, Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Pancasila. Sehingga kita sebagai guru harus berkolaborasi menyatukan rasa dan pikiran agar kegiatan ini berjalan lancar,” tuturnya.

Dampak kegiatan itu langsung dirasakan siswa. Almira, siswi kelas 6, mengaku mendapat pengalaman baru meski belum berhasil meraih juara.

“Sangat senang karena jadi tahu cara berjalan di atas panggung. Terus, lebih semangat melatih mental dan jadi tahu tentang pakaian adat Nusantara. Walaupun tidak juara, tapi dapat kado,” katanya sambil tersenyum.

Di akhir acara, dewan juri mengumumkan para pemenang. Juara pertama diraih Agung Bangkit dari kelas 6, disusul Isna dari kelas 3 sebagai juara kedua, dan Fadhil dari kelas 4 di posisi ketiga. Sementara kategori harapan diraih Shanala (kelas 2), Qaila (kelas 1), dan Askarafi (kelas 5).

Lewat Harmony in Diversity, SDN 2 Sirnoboyo menunjukkan bahwa menanamkan nasionalisme dan kecintaan terhadap budaya lokal tak harus lewat cara formal. Dengan panggung sederhana dan langkah kecil di atas catwalk, para siswa belajar memahami bahwa keberagaman adalah identitas yang patut dibanggakan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow