Harga Gelas Plastik Meroket, Pedagang Es Banyuwangi Dilema Naikkan Harga
Kenaikan harga kemasan plastik yang terus merangkak naik mulai dirasakan langsung oleh para pedagang es di Banyuwangi.
BANYUWANGI - Kenaikan harga kemasan plastik yang terus merangkak naik mulai dirasakan langsung oleh para pedagang es di Banyuwangi. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya kelimpungan, antara mengubah harga jual atau bertahan dengan menanggung biaya produksi yang membengkak.
Ya, kondisi tersebut dialami Mariani (40), pedagang es kelapa muda di Jalan Kepiting, Kelurahan Sobo, Banyuwangi. Dia mengaku harga gelas plastik yang biasa digunakan untuk jualan naik hampir dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.
“Awalnya Rp11 ribu per slop, naik ke Rp13.500, terus Rp15 ribu, sekarang sudah Rp21 ribu,” kata Mariani, Jumat (10/4/2026).
Mariani menyebut, kenaikan itu belum termasuk harga kantong plastik kresek yang juga ikut naik. Dari sebelumnya Rp 6.300 per pack, kini menjadi Rp 9.700. Padahal, sebagian besar pembeli lebih memilih membawa pulang es yang dibelinya.
“Jarang yang minum di tempat. Kebanyakan dibungkus, jadi pasti pakai kresek juga,” ujarnya.
Untuk pembeli yang minum di tempat, Mariani masih menyediakan gelas kaca sebagai alternatif. Namun jumlahnya terbatas dan tidak bisa menutupi kebutuhan saat pembeli ramai.
Meski biaya terus naik, Mariani mengaku masih bertahan dengan harga lama, yakni Rp 5 ribu per gelas. Dia khawatir jika harga dinaikkan, pelanggan justru akan beralih ke tempat lain.
“Kalau langsung dinaikkan, takutnya pelanggan kabur,” cetusnya.
Namun, Mariani mengungkapkan bahwa dia tidak menutup kemungkinan akan ikut menaikkan harga jika kondisi ini terus berlanjut. Harapannya, harga kemasan plastik bisa kembali stabil seperti sebelumnya.
“Mudah-mudahan nggak naik terus. Semoga bisa turun lagi,” harapnya.
Berbeda dengan Mariani, Lucky, pemilik kedai es teh hijau dalam kemasan di Kelurahan Sobo, sudah lebih dulu menyesuaikan harga jual. Menurutnya, langkah itu terpaksa diambil agar usahanya tetap berjalan.
“Sebelumnya Rp3 ribu sekarang jadi Rp3.500 per gelas,” ucapnya.
Meroketnya harga plastik ini benar-benar menempatkan pedagang kecil di posisi serba sulit, antara menaikkan harga dengan risiko kehilangan pelanggan atau bertahan dengan keuntungan yang terus tergerus. (*)
Apa Reaksi Anda?