Gus Nadir: Indonesia Negara Muslim Demokratis Tanpa Kudeta Militer

Ada satu hal menarik yang disampaikan oleh Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D, Dosen Monash University Australia saat menjadi pemateri seminar internasional bertajuk Indonesi ...

Mei 13, 2023 - 04:20
Gus Nadir: Indonesia Negara Muslim Demokratis Tanpa Kudeta Militer

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ada satu hal menarik yang disampaikan oleh Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D, Dosen Monash University Australia saat menjadi pemateri seminar internasional bertajuk Indonesian Islam in the face of the west: Legal and social perspective, yang di gelar oleh Universitas Islam Malang (Unisma) Jum'at (12/5/2023).

Pria yang akrab disapa Gus Nadir itu mengatakan, banyak pihak di luar negeri yang menanyakan apa yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara muslim. Pihaknya mengakui, kebanyakan hal yang ada di Indonesia, tidak lebih unggul dari yang ada di luar negeri. Seperti dalam dunia pendidikan Islam, Al Azhar yang menjadi rujukan dunia. 

Namun pihaknya menegaskan bahwa, ada satu keunggulan Indonesia, yang tidak dimiliki oleh negara muslim lainnya di seluruh dunia.

"Indonesia saat ini adalah satu-satunya negara muslim, dimana demokratisasi berjalan tertib, baik, tanpa kudeta militer dan tanpa pertumpahan darah," ucapnya dalam Seminar.

Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama di Australia dan New Zealand ini memberikan contoh beberapa negara muslim lainnya. Seperti Mesir yang saat ini di kuasai oleh kekuatan militer, begitu juga Turki dengan yang dikudeta oleh Militer.

"Di Malaysia, perdana menterinya ditangkap (karena) korupsi, dan kemudian rentetan peristiwa krisis konstitusi, sampai akhirnya Anwar Ibrahim terpilih, itupun dengan intervensi dari raja," ungkapnya.

Menurutnya, saat ini proses demokrasi yang berjalan di Indonesia mulai di lirik masuk dalam peta demokrasi dunia. Gus Nadir mengatakan, sejak reformasi hingga sekarang, Indonesia secara teratur melakukan pergantian kepemimpinan, melalui pemilihan. 

"Dan relatif aman tidak ada pertumpahan darah. Dan semua konflik tentang perhitungan suara, meskipun ada perselisihan, semua diselesaikan melalui jalur hukum Mahkamah konsitusi, bukan lewat kekuatan militer atau atau pengerahan masa sehingga terjadi kisruh. Ini hal yang harus dunia Barat lihat," tuturnya.

Bahkan dalam penjelasannya dia menyebut, selama masa reformasi konstitusi, Indonesia telah 4 kali  melakukan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dan Indonesia tetap bisa menjadi negara muslim yang aman dan kondusif. "Untuk itu kita harus banyak bersyukur tinggal di Indonesia," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow