Dari 65 Tulisan yang Masuk, Ini Tiga Opini Terbaik Board of Peace di Kopi TIMES

Dari puluhan opini bertema Pro Kontra Indonesia di Board of Peace , redaksi TIMES Indonesia melalui Kopi TIMES kemudian melakukan proses kurasi untuk menentukan tiga karya opini terbaik.

Maret 16, 2026 - 09:00
Dari 65 Tulisan yang Masuk, Ini Tiga Opini Terbaik Board of Peace di Kopi TIMES

JAKARTA Ajakan menulis opini bertema Pro Kontra Indonesia di Board of Peace (BoP) yang digelar TIMES Indonesia melalui kanal Kopi TIMES berhasil menghimpun 65 karya tulisan dari berbagai kalangan penulis di Indonesia.

Partisipasi tersebut datang dari latar belakang yang beragam. Dalam kurun waktu lima hari, sebanyak 35 penulis berasal dari kalangan dosen, 12 penulis mahasiswa, 8 penulis guru, dan 10 lainnya merupakan praktisi.

Seluruh karya yang dikirimkan penulis mendapatkan kesempatan untuk dipublikasikan di kanal Kopi TIMES, yang menjadi ruang ekspresi gagasan dan opini publik dalam merespons berbagai isu strategis, termasuk posisi Indonesia dalam dinamika perdamaian global.

Hainor Rahman, Editor Kopi TIMES, mengatakan tingginya partisipasi penulis menunjukkan bahwa isu diplomasi dan posisi strategis Indonesia dalam percaturan global menjadi perhatian serius banyak kalangan.

“Partisipasi penulis dalam ajakan opini ini cukup beragam. Mulai dari akademisi, mahasiswa, guru hingga praktisi. Ini menunjukkan bahwa diskursus tentang posisi Indonesia dalam Board of Peace mendapat perhatian luas,” ujar Hainor Rahman, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, keberagaman latar belakang penulis juga memperkaya perspektif yang disampaikan dalam tulisan, baik dari sudut pandang akademik, analisis kebijakan, hingga refleksi praktis terhadap dinamika geopolitik global.

Dari puluhan karya yang masuk, redaksi TIMES Indonesia melalui Kopi TIMES kemudian melakukan proses kurasi untuk menentukan tiga karya opini terbaik.

Karya terbaik pertama berjudul “Diplomasi Simbolik BoP Indonesia di Panggung Global” yang ditulis oleh Suhaimi Fajrin, M.Pd. Ia merupakan akademisi yang memiliki perhatian pada riset sosial dan keagamaan serta aktif menganalisis dinamika isu-isu publik dalam masyarakat kontemporer.

Karya terbaik kedua berjudul “Board of Peace dan Matinya Politik Bebas Aktif Indonesia” yang ditulis oleh Muhammad Suryadi R, pengajar dan peneliti di Parametric Development Center.

Sementara itu, karya terbaik ketiga berjudul “Indonesia Terjebak dalam Permainan BoP” yang ditulis oleh Untung Sudrajad, seorang praktisi.

Hainor Rahman menjelaskan bahwa ajakan menulis opini yang digelar Kopi TIMES merupakan bagian dari komitmen TIMES Indonesia dalam membuka ruang partisipasi publik untuk menyampaikan gagasan, kritik, maupun analisis terhadap berbagai isu publik.

“Kami ingin Kopi TIMES menjadi ruang dialog yang terbuka bagi siapa saja untuk menyampaikan gagasan. Media harus menjadi ruang bertemunya ide dan perspektif yang beragam,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki minat menulis untuk bergabung sebagai penulis opini di TIMES Indonesia.

Menurutnya, kanal opini TIMES Indonesia terbuka bagi siapa saja tanpa batas latar belakang profesi, selama tulisan yang dikirimkan memiliki gagasan yang konstruktif dan relevan dengan kepentingan publik.

“Mari bergabung menjadi penulis opini di TIMES Indonesia. Ini adalah ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin menyampaikan gagasan dan kontribusi pemikiran bagi masyarakat,” ujar Hainor.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai penulis opini di TIMES Indonesia dapat mendaftarkan diri melalui halaman membership di tautan berikut: https://kopi.times.co.id⁠

Melalui ruang opini Kopi TIMES, diharapkan semakin banyak gagasan dan perspektif publik yang dapat memperkaya diskursus intelektual serta memberikan kontribusi bagi pembangunan pemikiran di Indonesia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow