Reaksi Dunia Atas Penembakan di Acara Gedung Putih: Tak Ada Kekerasan dalam Demokrasi
Para pemimpin negara di dunia mengecam serangan itu dan sepakat bahwa tidak ada tempat untuk kekerasan dalam demokrasi.
JAKARTA - Para pemimpin dunia bereaksi atas penembakan pada acara White House Correspondents' Dinner di sebuah hotel di Washington. Dan semuanya mengatakan tidak ada tempat untuk kekerasan dalam alam demokrasi.
Pelaku yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen diketahui membawa senapan, pistol, dan beberapa pisau ketika ia menyerbu lobi hotel. Ia berlari melewati barikade keamanan, tetapi agen dinas rahasia dengan cepat mengejar, menangkap dan menahannya.
Para pemimpin negara di dunia itu, seperti dilansir Euronews mengatakan, tidak ada tempat untuk kekerasan dalam demokrasi.
Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyeh menulis di X : "Kekerasan tidak memiliki tempat dalam politik, selamanya". Ia juga memuji respons cepat dari polisi dan petugas tanggap darurat yang memastikan keselamatan para tamu.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan lega "bahwa semua orang yang hadir, termasuk Presiden Trump, dalam keadaan aman".
"Acara yang dimaksudkan untuk menghormati kebebasan pers seharusnya tidak pernah menjadi ajang ketakutan. Saya berharap petugas yang terluka segera pulih," tambah Kallas.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan 'solidaritas penuh dan simpati tulus' kepada Trump dan pihak lain yang hadir pada jamuan makan malam tersebut.
Ia menyatakan bahwa 'kebencian politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi kita. Kita tidak akan membiarkan fanatisme meracuni ruang debat dan informasi yang bebas'.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mencerminkan sentimen tersebut dengan menulis: "Kita memutuskan berdasarkan suara mayoritas, bukan dengan senjata," tulisnya di X.
Merz mengatakan dia lega bahwa Presiden Trump, Ibu Negara Melania Trump, dan semua orang yang hadir di acara tersebut selamat.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan insiden itu "tidak dapat diterima" dan menyampaikan "dukungan penuh" kepada Presiden AS.
Pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk insiden tersebut, dengan mengatakan, "Dalam demokrasi, perjuangan dilakukan dengan ide; tidak ada tempat untuk segala bentuk kekerasan".
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menyatakan lega karena semua orang selamat. "Kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi mana pun dan pikiran saya bersama semua orang yang terguncang oleh peristiwa yang mengganggu ini," tulisnya di X.
"Setiap serangan terhadap lembaga-lembaga demokrasi atau terhadap kebebasan pers harus dikutuk sekeras-kerasnya," tulis Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di X.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji dinas rahasia AS atas "tindakan cepat dan tegas" mereka. "Kami menyampaikan harapan kami agar petugas polisi yang terluka segera pulih sepenuhnya," tambahnya.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang negaranya telah menjadi mediator dalam pembicaraan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang mereka, menulis di X: "Sangat terkejut dengan insiden penembakan yang mengganggu di acara makan malam asosiasi koresponden Gedung Putih di Washington."
Para pemimpin lain, termasuk Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Perdana Menteri Hungaria yang akan segera mengakhiri masa jabatannya Viktor Orbán, dan Perdana Menteri India Narendra Modi juga mengutuk insiden penembakan tersebut.(*)
Apa Reaksi Anda?