Gresik Siaga Kemarau Panjang, Puluhan Desa Berpotensi Dilanda Kekeringan

Hadapi dampak El Nino 2026, Pemkab Gresik memetakan 56 desa rawan kekeringan di 11 kecamatan dan menetapkan Status Siaga Darurat Bencana.

Juli 8, 2026 - 18:29
Gresik Siaga Kemarau Panjang, Puluhan Desa Berpotensi Dilanda Kekeringan
GRESIK -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Jawa Timur, mulai memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi pada tahun ini. Berdasarkan pemetaan daerah rawan, puluhan desa di sejumlah kecamatan masuk dalam kategori berpotensi mengalami kekeringan.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa fenomena El Nino menyebabkan penurunan curah hujan secara signifikan. Hal ini memicu terjadinya musim kemarau panjang di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengatakan jajarannya telah siaga lebih awal dalam memetakan desa-desa yang berpotensi rawan kekeringan.

"Terdapat 56 desa di 11 kecamatan yang masuk wilayah potensi kekeringan sepanjang tahun 2026," kata Fandi Akhmad Yani saat menyerahkan bantuan sosial (bansos) dampak kekeringan di Kecamatan Cerme, Rabu (8/7/2026).

Untuk mempercepat penanganan, Bupati Gresik telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan. Kebijakan ini tertuang melalui Keputusan Bupati Gresik Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026.

Penetapan status tersebut menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk melakukan penanganan cepat serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Bantuan ini kami salurkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terdampak," terangnya.

Penyaluran Bansos untuk Petani Terdampak

Untuk meringankan beban warga, Pemkab Gresik menyalurkan bantuan sosial kepada 1.177 petani. Jumlah penerima tersebut berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.

Rincian penerima bantuan terdiri atas 1.013 petani di Kecamatan Cerme, 135 petani di Kecamatan Duduksampeyan, dan 29 petani di Kecamatan Benjeng.

"Penanganan kekeringan tidak boleh berhenti pada bantuan sosial. Kita harus membangun sistem yang lebih tangguh agar petani mampu berproduksi meski menghadapi anomali cuaca," tegas Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Di sisi lain, Wati, salah seorang petani penerima bantuan asal Desa Guranganyar, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah kepada para petani yang terdampak gagal panen. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya setelah kehilangan hasil panen akibat kekeringan.

"Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari kami. Terima kasih kepada Pak Bupati yang sudah peduli dengan kondisi kami para petani," tutur Wati. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow