GKR Hemas Kukuhkan Mila Harda Kiswaya sebagai Ketua YKI Sleman, Fokus Perkuat Pencegahan Kanker

Mila Harda Kiswaya resmi pimpin YKI Sleman 2026–2031, fokus pada edukasi pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan pasien kanker lewat kolaborasi pemerintah dan masyarakat.

April 30, 2026 - 22:01
GKR Hemas Kukuhkan Mila Harda Kiswaya sebagai Ketua YKI Sleman, Fokus Perkuat Pencegahan Kanker
SLEMAN -

Kepemimpinan baru Yayasan Kanker Indonesia Kabupaten Sleman (YKI Sleman) resmi dimulai. Mila Harda Kiswaya dikukuhkan sebagai Ketua Cabang YKI Sleman periode 2026–2031 dengan komitmen memperkuat edukasi pencegahan, deteksi dini, dan pendampingan pasien kanker secara menyeluruh.

Pengukuhan Mila Harda Kiswaya dilaksanakan oleh Ketua YKI Cabang Koordinator DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, pada Rabu (29/4/2026) di Gedung Pracimasono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Momentum ini sekaligus menjadi penegasan arah gerakan YKI di Sleman yang semakin berfokus pada upaya promotif dan preventif.

Mila menyampaikan bahwa amanah yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan penuh kesungguhan bersama seluruh jajaran pengurus. Ia menegaskan pentingnya kerja kolektif untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Amanah ini bukan hanya tanggung jawab pribadi, tetapi tanggung jawab bersama untuk memberikan manfaat luas, khususnya dalam penanggulangan kanker di Sleman,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Menurutnya, pencegahan menjadi langkah kunci yang harus terus digencarkan.

“Kita harus terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan kanker, sekaligus memastikan pasien mendapatkan pendampingan yang penuh empati,” jelasnya.

Gusti Kanjeng Ratu Hemas juga menekankan bahwa tantangan penanganan kanker tidak hanya terletak pada pengobatan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Ia mendorong agar YKI Sleman aktif turun ke masyarakat melalui program edukatif.

“Kesadaran deteksi dini harus terus dibangun. Pendampingan pasien juga perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan bahwa isu kanker memiliki dimensi yang luas, tidak hanya medis, tetapi juga sosial. Ia menilai bahwa empati dan kepedulian menjadi fondasi penting dalam setiap upaya penanganan kanker.

“Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga kemanusiaan. Kita harus hadir dengan kepedulian yang nyata,” ujarnya.

Ia pun berharap kepengurusan baru YKI Sleman mampu menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya melalui program, tetapi juga melalui aksi nyata yang memberikan harapan bagi para pasien.

“Yang terpenting bukan hanya jumlah program, tetapi bagaimana kita menjaga harapan dan semangat hidup para pasien,” paparnya. (*).

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow