Gelombang Gen Z Antar Rapper Balen Shah Ungguli Eks PM Nepal
Rapper sekaligus politisi muda Balen Shah mengalahkan mantan PM KP Oli dalam pemilu Nepal, menandai kebangkitan generasi baru dalam politik negara Himalaya itu.
JAKARTA Gelombang politik generasi muda mengguncang Nepal. Rapper sekaligus politisi Balendra Shah atau yang populer dengan nama Balen berhasil menumbangkan mantan Perdana Menteri Nepal, KP Sharma Oli, dalam pemilihan umum terbaru. Hasil Pemilu Nepal membuka peluang besar bagi lahirnya kepemimpinan baru di negara Himalaya tersebut.
Dikutip dari BBC, Komisi Pemilihan Umum Nepal pada Sabtu (8/3/2026) mengonfirmasi kemenangan Shah di daerah pemilihannya. Politisi berusia 35 tahun itu meraih 68.348 suara, jauh melampaui Oli yang hanya memperoleh 18.734 suara.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat perubahan lanskap politik Nepal yang selama lebih dari dua dekade didominasi oleh partai-partai lama.
Pemilu Nepal dan Gelombang Politik Generasi Z
Pemilu yang digelar Kamis lalu merupakan pemilihan pertama sejak gelombang protes besar pada September 2025 yang menjatuhkan pemerintahan sebelumnya. Demonstrasi yang dipimpin kelompok muda atau Gen Z itu dipicu oleh keputusan pemerintah melarang sejumlah platform media sosial.
Aksi protes kemudian meluas menjadi kritik terhadap sistem politik Nepal yang dinilai dikuasai elite lama dan keluarga politik. Demonstran juga mengecam fenomena “nepo babies”, yakni anak-anak politisi yang dianggap mewarisi kekuasaan.
Kerusuhan tersebut menelan korban jiwa. Sebanyak 77 orang dilaporkan tewas setelah bentrokan antara aparat keamanan dan demonstran. Investigasi media mengungkap adanya perintah dari pimpinan kepolisian yang memperbolehkan penggunaan kekuatan mematikan terhadap massa tak bersenjata.
Di tengah situasi itu, Balendra Shah secara terbuka mendukung para demonstran dan bahkan pernah menyebut Oli sebagai pemimpin yang “mengkhianati negaranya”.
RSP Berpotensi Menang Telak
Partai yang dipimpin Balendra Shah, Rastriya Swatantra Party (RSP), kini berada di jalur kemenangan dalam pemilu. Berdasarkan hasil sementara, partai tersebut unggul dalam perolehan kursi yang dipilih langsung.
Selain itu, RSP juga memimpin dalam penghitungan suara sistem perwakilan proporsional yang masih berlangsung. Tren tersebut mengindikasikan kemungkinan kemenangan besar bagi partai baru itu.
Jika tren ini bertahan hingga hasil akhir diumumkan, Shah berpeluang besar memimpin pemerintahan Nepal berikutnya.
Dari Hip Hop ke Arena Politik
Sebelum terjun ke politik, Shah dikenal sebagai figur populer di skena hip hop Nepal. Salah satu lagunya berjudul Balidan—yang berarti pengorbanan—meraih jutaan penonton di YouTube dan menjadi simbol kritik sosial dalam budaya populer Nepal.
Namun popularitas di dunia musik hanyalah salah satu faktor yang mengangkat namanya. Shah juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan aspirasi generasi muda, kelompok pemilih yang semakin berpengaruh dalam politik Nepal.
Dalam pemilu kali ini terdapat sekitar 800 ribu pemilih pemula, menjadikan kelompok muda sebagai basis suara yang sangat menentukan.
Janji Reformasi Ekonomi
Dalam manifesto yang dirilis Februari lalu, RSP menawarkan sejumlah agenda reformasi ekonomi. Partai tersebut berjanji menciptakan 1,2 juta lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran yang tinggi di Nepal.
RSP juga menargetkan pengurangan migrasi tenaga kerja ke luar negeri—fenomena yang selama ini terjadi akibat terbatasnya kesempatan kerja di dalam negeri.
Secara ekonomi, partai itu menargetkan peningkatan pendapatan per kapita Nepal dari sekitar 1.447 dolar AS menjadi 3.000 dolar AS dalam lima tahun. Selain itu, mereka berjanji menggandakan ukuran ekonomi negara hingga mencapai produk domestik bruto (PDB) sebesar 100 miliar dolar AS.
Program jaring pengaman sosial seperti asuransi kesehatan nasional juga masuk dalam agenda prioritas mereka.
Kemenangan Shah tidak hanya mencerminkan perubahan figur kepemimpinan, tetapi juga menjadi indikator kuat bahwa pemilih Nepal—terutama generasi muda—menghendaki arah politik baru setelah puluhan tahun didominasi elite lama. (*/BBC)
Apa Reaksi Anda?