Gate Parkir Jadi Sorotan, Dishub Klaim Masalah Alun-Alun Kota Batu Sangat Kompleks
Dinas Perhubungan Kota Batu mengakui masih menghadapi berbagai kendala di lapangan sehingga pengelolaan parkir di kawasan alun-alun belum bisa dilakukan secara maksimal.
BATU - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu mengakui masih menghadapi berbagai kendala di lapangan sehingga pengelolaan parkir di kawasan alun-alun belum bisa dilakukan secara maksimal.
Fakta di lapangan menunjukkan sebagian pengendara masih melakukan pembayaran parkir secara langsung kepada juru parkir meski pintu masuk telah dilengkapi gate parkir elektronik. Salah seorang pengunjung kawasan kuliner Alun-Alun Kota Batu mengaku masih diminta membayar parkir secara manual.
"Iya tadi ditarik jukirnya langsung. Jadi setelah kita parkir baru ditarik oleh jukir, bukan dari gate parkir," ujar Anton warga Blitar, Senin (6/7/2026).
Menanggapi itu, Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Batu, Chilman Suadi, mengatakan kondisi parkir di kawasan Alun-Alun memang tidak bisa disamakan dengan lokasi parkir tertutup. Menurutnya, karakteristik kawasan tersebut membuat penerapan sistem elektronik menghadapi tantangan yang cukup rumit.
"Kondisi parkir di Alun-Alun Kota Batu jauh dari ideal. Permasalahannya kompleks," kelitnya.
Ia menjelaskan, hingga kini Dishub masih terus melakukan evaluasi dan mencari formulasi terbaik agar sistem parkir elektronik dapat berjalan lebih efektif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat yang menggunakan akses jalan di kawasan tersebut.
"Pembenahan-pembenahan dan evaluasi terus kami laksanakan. Mohon bantu kami untuk ke depan lebih baik lagi nggih," ujarnya.
Menurutnya, salah satu kendala terbesar adalah fungsi jalan di kawasan Alun-Alun yang merupakan jalan umum. Tidak seluruh kendaraan yang melintas bertujuan parkir karena sebagian merupakan warga sekitar maupun pengguna jalan yang hanya melintas menuju lokasi lain.
"Jalanan di sana bukan murni areal parkir, banyak warga yang hanya melintas. Jadi memang tidak bisa ideal seperti sistem satu pintu di gedung parkir," terangnya.
Selain menjadi akses masyarakat, kawasan Alun-Alun juga dipadati berbagai aktivitas, mulai dari pedagang, pelaku usaha, pengunjung masjid hingga masyarakat yang sekadar melintas. Kondisi tersebut membuat pengaturan lalu lintas kendaraan dan penerapan sistem parkir elektronik membutuhkan penyesuaian yang lebih kompleks.
"Kompleksitas alun-alun memang sangat luar biasa. Kondisi di lapangan adalah jalan umum. Ada kepentingan warga, PKL, pedagang, juga yang hendak ke masjid," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?