Di Hadapan Ribuan Jamaah, Gus Iqdam Ungkap Perjuangan Putu Kholis Dampingi Korban Kanjuruhan

Gus Iqdam secara khusus mengapresiasi dedikasi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dalam mendampingi keluarga korban pasca tragedi yang mengguncang sepak bola Indonesia tersebut.

Juni 3, 2026 - 16:01
Di Hadapan Ribuan Jamaah, Gus Iqdam Ungkap Perjuangan Putu Kholis Dampingi Korban Kanjuruhan

MALANG - Momen haru mewarnai Pengajian Umum dan Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan yang digelar Polresta Malang Kota di Stadion Gajayana, Selasa malam (2/6/2026). Di hadapan sekitar 10 ribu jamaah, Gus Iqdam secara khusus mengapresiasi dedikasi Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana dalam mendampingi keluarga korban pasca tragedi yang mengguncang sepak bola Indonesia tersebut.

Pengajian yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu dihadiri unsur Forkopimda Malang Raya, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, perwakilan Aremania, keluarga korban Kanjuruhan, hingga masyarakat umum.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengenang masa-masa sulit setelah Tragedi Kanjuruhan. Saat itu, menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sedang berada dalam ujian berat. Namun di tengah situasi tersebut, Putu Kholis yang saat itu menjabat Kapolres Malang memilih turun langsung menemui keluarga korban.

“Beliau hadir, mendatangi keluarga korban, mendengarkan keluh kesah mereka, dan berupaya membantu apa yang dibutuhkan. Itu bukan hal yang mudah dilakukan di tengah kondisi saat itu,” ujar Gus Iqdam, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai langkah tersebut menjadi bukti pentingnya kehadiran seorang pemimpin yang mau mendengar dan membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, terutama saat menghadapi situasi krisis.

Karena itu, Gus Iqdam berharap semangat pengabdian yang ditunjukkan Putu Kholis terus dipertahankan di mana pun bertugas. Menurutnya, pemimpin yang dekat dengan rakyat akan selalu memberikan manfaat besar bagi lingkungan sekitarnya.

Selain mendoakan para korban Kanjuruhan agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Gus Iqdam juga mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat semangat kemanusiaan yang selama ini tumbuh di Malang Raya.

“Malam ini kita berkumpul untuk mendoakan saudara-saudara kita korban Tragedi Kanjuruhan. Semoga Kota Malang senantiasa mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Sementara, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para korban Tragedi Kanjuruhan sekaligus wujud syukur dan refleksi menjelang Hari Bhayangkara ke-80.

Menurutnya, kegiatan tersebut dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Malang Raya yang selama ini menjaga semangat kemanusiaan, persatuan, dan kondusivitas wilayah.

“Doa bersama ini kami dedikasikan untuk para korban Tragedi Kanjuruhan dan seluruh warga Malang Raya yang terus menjaga kebersamaan dan persatuan,” kata Putu Kholis.

Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam juga menyampaikan tiga pesan sederhana untuk menjadi manusia yang mulia. Pertama, jika belum mampu memberi manfaat kepada orang lain, jangan sampai membahayakan mereka. Kedua, jika belum mampu menenangkan orang lain, jangan membuat mereka semakin susah. Ketiga, jika tidak bisa memuji, jangan mencaci atau menyakiti melalui ucapan.

“Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ucapnya.

Pengajian yang berlangsung hingga dini hari itu menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, ulama, tokoh masyarakat, suporter, dan warga Malang Raya dalam merawat kebersamaan serta menjaga semangat kemanusiaan pasca Tragedi Kanjuruhan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow