Fasilitas Praktik Modern Kunci Sukses UKK SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

Ruang praktik Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen terasa begitu serius dan penuh optimis, tampak dari raut wajah murid kelas XII pasalnya mereka sedang melaksanakan kegiatan Uji Kompet

Maret 9, 2026 - 09:30
Fasilitas Praktik Modern Kunci Sukses UKK SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

KEPANJEN Ruang praktik Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen terasa begitu serius dan penuh optimis, tampak dari raut wajah murid kelas XII pasalnya mereka sedang melaksanakan kegiatan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Kegiatan UKK di mulai pada sejak hari Jumat hingga Sabtu (6 – 7 /3/2026) mulai pukul 07.00 WIB di bengkel SKE dan bengkel HMI lantai 2 Kampus 1 SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang.

Tujuan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sendiri untuk mengukur pencapaian kompetensi murid SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran di Konsentrasi Keahlian (Jurusan) Teknik Otomasi Industri (TOI) yang ditempuh kerjasama antara sekolah dengan dunia industri dalam proses penyelenggaraan UKK agar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Kesempatan UKK tahun ini, sekolah bekerjasama dengan PT. Pabrik Gula Krebet Baru Bululawang yang merupakan industri penguji eksternal dan sekaligus juga tempat PKL murid Jurusan TOI. Selain diuji oleh penguji eksternal, murid kelas XII TOI juga didampingi penguji internal, tidak lain adalah guru pengampu mata pelajaran kejuruan.

Penyelanggaraan uji kompetensi keahlian di jurusan TOI berorientasi pada capaian kompetensi lulusan SMK sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia pada jenjang 2 (dua) yang mencakup kompetensi utama pengoperasian dan pemeliharaan, sistem kontrol dasar, robotikan, dan lingkungan kerja. Pelaksanaannya, UKK di TOI menggunakan pola UKK Mandiri antara sekolah dan mitra dunia industri menggunakan instrumen UKK yang disusun oleh Pemerintah Pusat. Sehingga jurusan TOI pada UKK Tahun Pelajaran 2025/2026 ini menggunakan 3 jenis paket soal, meliputi pengoperasian PLC dan sistem SCADA, pengoperasian peralatan dan sistem pneumatik serta hidrolik pada otomasi industri, dan pengoperasian peralatan dan sistem kelistrikan otomasi industri.

Pertama yaitu pengoperasian PLC dan sistem SCADA pada otomasi industri. Para murid  terlihat fokus di depan panel kontrol dan komputer yang telah terhubung dengan modul PLC. Mereka memprogram rangkaian logika, menguji input dan output, serta memantau proses melalui tampilan sistem SCADA. Layar monitor menampilkan berbagai indikator proses yang harus dikendalikan dengan tepat. Penguji dari industri mengamati dengan teliti bagaimana murid membaca diagram, menjalankan program, serta mengatasi kesalahan yang muncul selama proses pengujian.

SMK-md1-Kepanjen.jpg

Paket soal kedua adalah pengoperasian peralatan dan sistem pneumatik serta hidrolik pada otomasi industri. Di area praktik, terlihat berbagai komponen seperti silinder, katup, kompresor, dan selang yang telah tersusun menjadi rangkaian sistem. Para murid diminta untuk merangkai, mengatur aliran udara maupun fluida, serta memastikan sistem bekerja sesuai skenario yang telah ditentukan. Beberapa murid terlihat berdiskusi singkat dengan penguji saat menjelaskan prinsip kerja rangkaian yang mereka buat, menunjukkan pemahaman mereka terhadap sistem kontrol berbasis tekanan udara dan fluida.

Paket soal ketiga adalah pengoperasian peralatan dan sistem kelistrikan otomasi industri. Pada bagian ini, murid menguji kemampuan mereka dalam membaca diagram kelistrikan, melakukan pengkabelan, serta mengoperasikan panel kontrol listrik. Mereka harus memastikan setiap komponen seperti kontaktor, relay, motor listrik dan pengaman listrik bekerja dengan baik dan aman. Ketelitian menjadi kunci utama, karena kesalahan kecil pada sambungan kabel dapat mempengaruhi seluruh sistem.

Sepanjang ujian berlangsung, suasana ruang praktik dipenuhi dengan keseriusan dan konsentrasi tinggi. Para penguji, baik dari industri maupun internal sekolah memberikan perhatian pada aspek keterampilan teknis, keselamatan kerja, serta cara murid menjelaskan proses kerja yang mereka lakukan. Kehadiran penguji dari dunia industri memberikan pengalaman nyata bagi murid, sekaligus menjadi tolok ukur bahwa kompetensi yang dimiliki telah mendekati standar yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Peralatan praktik siswa di Jurusan Teknik Otomasi Industri (TOI) sudah selaras dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh industri, mulai dari Pendidiknya  yang syarat akan pengalaman, media praktiknya yang modern dan update, dan jumlah bengkelnya yang sudah disendirikan sesuai jenis kompetensi yang akan dicapai siswa, menjadi proses pembelajaran di TOI sangat optimal untuk mencapai kompetensi lulusan standar industri, sehingga sudah nampak jelas proses UKK hari ini dari siswa TOI sudah terlihat mendekati kompeten, meski proses UKK masih berjalan”, ujar Doni Tover, Staf Instalasi (Instrument) KB 1 PG Krebet Baru Bululawang, penguji UKK TOI.

Melalui kegiatan Uji Kompetensi Kejuruan Teknik Otomasi Industri ini, para murid tidak hanya diuji kemampuan teknisnya, tetapi juga kepercayaan diri, ketelitian, serta kesiapan mereka menghadapi dunia industri yang sesungguhnya. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di bidang otomasi industri. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow