Dukung Program Infrastruktur Jabar, Ryan Brasali: Kami Siap Bangun Akses Baru Padalarang
Pengembang kawasan Kota Baru Parahyangan berencana membangun akses jalan lingkar Padalarang–Cipatat yang diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan Bandung Barat.
BANDUNG Pengembang kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP) menyatakan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan infrastruktur yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan akses jalan lingkar Padalarang–Cipatat yang diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan Bandung Barat.
Direktur Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali menegaskan bahwa pihaknya siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah daerah.
Menurut Ryan, kemacetan lalu lintas kini tidak hanya menjadi persoalan di kota besar, tetapi juga mulai dirasakan di wilayah yang tengah berkembang pesat seperti Kabupaten Bandung Barat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan pengembang dinilai penting untuk menghadirkan solusi transportasi yang lebih baik, Jumat (13/03/2026)
“Kami pada prinsipnya siap dari sisi desain dan juga siap membangun. Tinggal menunggu proses pembebasan lahannya karena itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujar Ryan.
Ia menjelaskan, dalam skema kerja sama tersebut pemerintah provinsi bertugas menyiapkan lahan melalui proses pembebasan, sementara pihak pengembang akan mengerjakan pembangunan infrastrukturnya. Hingga saat ini, koordinasi antara kedua pihak terus berjalan melalui pertemuan rutin untuk memperbarui perkembangan proses perizinan.
“Kami rutin melakukan rapat dua mingguan untuk meng-update perkembangan perizinan dan berbagai aspek teknis lainnya,” kata Ryan.
Ryan menambahkan, apabila proses pembebasan lahan dapat segera rampung, pembangunan akses jalan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun.
Selain rencana pembangunan jalan lingkar, pengembangan konektivitas menuju kawasan Kota Baru Parahyangan juga mencakup integrasi dengan transportasi kereta cepat. Saat ini, rencana jalur penghubung dari stasiun kereta cepat menuju kawasan KBP juga sedang difinalkan.
“Itu juga sedang difinalkan dan diharapkan bisa berjalan paralel dengan rencana pembangunan infrastruktur lainnya,” ujar Ryan.
Ryan menyebutkan, untuk pembangunan fasilitas akses di kawasan stasiun kereta cepat diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp40 miliar. Sementara untuk titik pembangunan lainnya masih dalam tahap perhitungan setelah penyelesaian detail engineering design (DED).
Di tengah pengembangan infrastruktur tersebut, Ryan juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk media, yang telah ikut mendukung perjalanan Kota Baru Parahyangan selama lebih dari dua dekade.
“Tahun lalu kita genap 25 tahun dan kami bersyukur bisa bermitra dengan banyak pihak, termasuk media, sehingga kawasan ini bisa berkembang seperti sekarang,” katanya.
Ia menilai, meskipun kondisi ekonomi sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir, perkembangan kawasan Kota Baru Parahyangan masih relatif stabil. Tren tersebut bahkan diperkirakan terus berlanjut pada tahun 2026.
“Walaupun tahun lalu kondisi daya beli di banyak tempat menurun, kami melihat kondisi di KBP masih cukup stabil. Tahun ini juga relatif masih terjaga,” ujarnya.
Untuk memperkuat konsep kawasan yang mengusung prinsip mandiri, madani, dan alami, pengelola juga terus menambah fasilitas baru bagi penghuni.
Salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah kerja sama dengan Saung Angklung Udjo untuk menghadirkan destinasi budaya baru bernama Lembur Ujo Parahyangan. Kehadiran destinasi ini diharapkan dapat memperkaya pilihan wisata budaya di wilayah Bandung Barat.
Selain itu, KBP juga berencana memperluas area komersial melalui pengembangan Hejo Square Extension yang dirancang memiliki luas hingga tiga kali lipat dari kawasan yang ada saat ini. Area tersebut nantinya akan dilengkapi tambahan ritel dan fasilitas hiburan seperti bioskop.
Di sektor rekreasi dan olahraga, KBP juga menargetkan pembukaan Country Club Bumi Luhur pada akhir tahun ini. Fasilitas yang berada di kawasan perbukitan dekat Tea House tersebut akan menyediakan berbagai sarana olahraga seperti gym, kolam renang, lapangan bulutangkis, tenis, hingga basket.
Ryan optimistis, dengan dukungan pembangunan infrastruktur serta penambahan fasilitas baru, Kota Baru Parahyangan akan terus berkembang sebagai kawasan kota mandiri yang mampu mendukung aktivitas hunian, ekonomi, hingga pariwisata di Bandung Barat.
“Harapannya semua pengembangan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan,” katanya. (*)
Apa Reaksi Anda?