Dubes RI Berharap Seluruh Jemaah Haji Bisa Nikmati Jalur Cepat Mecca Route
Duta Besar RI untuk Arab Saudi berharap layanan Fast Track (Mecca Route) dapat diterapkan di seluruh embarkasi Indonesia guna memangkas antrean imigrasi jemaah haji.
JAKARTA - Pemerintah Indonesia menaruh harapan besar agar layanan jalur cepat atau Fast Track (Mecca Route) dapat diimplementasikan di seluruh embarkasi di tanah air. Layanan ini dinilai krusial dalam mempercepat proses keimigrasian jemaah calon haji Indonesia saat tiba di Arab Saudi.
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyatakan bahwa fasilitas tersebut sangat efektif memangkas antrean panjang di bandara, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi jemaah.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah memungkinkan proses keimigrasian berjalan cepat melalui fast track Thariq Makkah,” ujar Abdul Aziz di Madinah, Rabu (22/4/2026).
Meskipun saat ini baru sebagian jemaah yang bisa menikmati fasilitas tersebut, pemerintah berkomitmen untuk terus berkoordinasi agar cakupan layanan ini meluas.
“Sekarang mungkin masih separuh, ke depan kita harapkan seluruh jamaah bisa mengalami proses seperti ini,” tambahnya.
Kemudahan Kartu Nusuk dan Kesiapan Petugas
Selain isu keimigrasian, Abdul Aziz juga menyoroti pendistribusian kartu Nusuk yang telah dilakukan sejak jemaah masih berada di tanah air. Kartu digital ini dinilai sangat membantu kelancaran akses layanan ibadah selama di Arab Saudi.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas performa Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Daerah Kerja (Daker) Bandara yang sigap dalam mengawal proses kedatangan jemaah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para petugas, khususnya Kepala Daker Bandara dan seluruh tim, atas kesigapan sehingga proses pagi ini berjalan sangat lancar,” ungkapnya.
Fasilitas Akomodasi di Ring 1 Nabawi
Terkait masa tinggal di Madinah, Abdul Aziz memastikan jemaah akan mendapatkan pelayanan optimal selama sekitar sembilan hari sebelum bertolak ke Makkah. Untuk memudahkan koordinasi, setiap kelompok terbang (kloter) ditempatkan dalam satu hotel yang sama.
Beruntung bagi dua kloter awal, mereka mendapatkan akomodasi di hotel terbaik yang berlokasi tepat di depan Masjid Nabawi (kawasan haram). Hal ini memudahkan jemaah untuk menjangkau tempat ibadah tanpa terkendala jarak.
“Dua kloter awal ini mendapatkan hotel terbaik di depan haram, sehingga jamaah bisa langsung menuju masjid dengan mudah,” pungkasnya.
Pemerintah berharap seluruh rangkaian pelayanan haji tahun 2026 ini berjalan tanpa kendala, sehingga jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (*)
Apa Reaksi Anda?