Didukung APBD Rp1,7 M, Program Fisik dan Non Fisik TMMD ke-128 Resmi Berjalan di Bontang

Pembukaan TMMD menandai dimulainya sinergi antara TNI dan Pemkot Bontang untuk mengakselerasi pembangunan daerah.

April 22, 2026 - 22:30
Didukung APBD Rp1,7 M, Program Fisik dan Non Fisik TMMD ke-128 Resmi Berjalan di Bontang

BONTANG - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 secara resmi dibuka di Kota Bontang pada Rabu (22/4/2026). 

Upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan Jl Dewi Sartika RT 17, Kelurahan Bontang Kuala, menandai dimulainya sinergi antara TNI dan Pemkot Bontang untuk mengakselerasi pembangunan daerah. 

Program yang dipusatkan di wilayah-wilayah strategis ini didukung penuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang senilai Rp 1,7 miliar, yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur fisik maupun non-fisik. 

Dandim 0908 Bontang Letkol Inf Ardiansyah selaku Dansatgas TMMD menjelaskan, sasaran fisik utama TMMD ke-128 ini meliputi: 

Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi Rumah Layak Huni (RLH). Pembuatan jalan baru dan semenisasi untuk meningkatkan konektivitas warga. Renovasi tempat ibadah (musholla/masjid) untuk peningkatan fasilitas keagamaan.

Sementara program non-fisik berupa penyuluhan Bela Negara, anti narkoba, stunting, dan wawasan kebangsaan.

Bahkan dijelaskannya sejumlah kegiatan pelestarian lingkungan hidup berupa Penanaman 1000 mangrove hingga turnamen basket dan voli antar pelajar telah disiapkan dalam rangka TMMD ke-128 ini.

Dandim Letkol Inf Ardiansyah, menegaskan bahwa TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dan rakyat.

Pihaknya berkomitmen menyelesaikan pengerjaan tepat waktu dengan memaksimalkan keterlibatan personel TNI dan partisipasi aktif masyarakat lokal. 

“Kegiatan TMMD ini merupakan bentuk respons cepat atas kebutuhan masyarakat. Fokus kami adalah membangun fasilitas dasar, seperti jalan dan rumah, yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” jelasnya.

"Kami memastikan seluruh target rampung tepat waktu, sesuai rencana pengerjaan fisik maupun non-fisik," sambung Dandim.

Pria yang pernah bertugas di Papua pegunungan ini menggaransi jika pekerjaan ini telah diupayakan dapat selesai dengan waktu yang telah disiapkan oleh TNI.

Pihaknya telah merencanakan tambahan pra TMMD selama 10 hari sebagai upaya perencanaan dan pekerjaan awal sebelum memasuki jadwal TMMD.

“Sebanyak 150 orang personil kami turunkan termasuk didalamnya polri  instansi lain dan masyarakat untuk berkerja menyelesaikan program fisik dan non fisik yang ada di TMMD Ke 128,” ungkapnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Sementara Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Kodim 0908 Bontang atas sinergi yang terjalin.

Ia menekankan bahwa TMMD merupakan model pembangunan partisipatif yang efektif.

Menurutnya, Kegiatan TMMD merupakan bukti nyata kekuatan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Sejarah telah mencatat bahwa kebersamaan adalah kunci utama dalam keberhasilan bangsa.

"Melalui TMMD kni kita menyatukan langkah untuk membangun kota Bontang mulaintingkat kelurahan dengan semangat gotong royong,”ucap Neni Moerniaeni. 

Neni pun mengapresiasi tema yang telah ditetapkan, tema “satukan langkah membangun negeri dari desa”  sebagai sebuah komitmen dalam membangun wilayah yang paling kecil yakni di desa ataupun kelurahan. 

“Sasaran TMMD kali ini sangat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Bontang. Semangat kemanunggalan ini selaras dengan visi pemerintah kota Bontang yakni terwujudnya Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN,” beber Neni.

Neni menambahkan, program TMMD ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sosial dan memperkuat gotong royong di tengah masyarakat. 

“Selaras dengan pembangunan  fisik TMMD pemerintah juga hadir melalui program komitmen Bontang dengan memberikan perlindungan jaminan sosial kesehatan tenaga kerja bagi pekerja rentan. Kami ingin memastikan di Kota ini semua pembangunan sudah dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.

Harapan pada TMMD 2026

TMMD ke-128 diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi peningkatan ekonomi dan kualitas hidup warga Bontang. 

Berikut program yang dikerjakan selama kegiatan TMMD Ke 128.

Antara lain : Pembangunan badan jalan sepanjang 292 X 4 meter, penimbunan dan pengeboran jalan sepanjang 453x4 Meter. Pekerjaan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 4 unit, tersebar di Kelurahan Loktuan dan Guntung. 

Tak hanya itu, TMMD 2026 ini mengalokasikan juga bantuan pengecatan masjid Al Anshor di Nyerakat kiri serta program non fisik lainnya.

Program ini direncanakan selesai sepenuhnya pada bulan Mei 2026, ditandai dengan penutupan yang dijadwalkan serentak secara nasional.  (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow