Dua Tendik UNMER Malang Siap Dorong Transformasi Digital dan Kualitas Layanan Kampus
Dua tenaga kependidikan (tendik) Universitas Merdeka Malang, Arief Kurniawan, S.Si., dan Rizky Amin Setiawan, S.Pd., lolos dalam Workshop–Benchmarking Program Tendik Berdampak 2026 yang diselenggaraka
MALANG - Dua tenaga kependidikan (tendik) Universitas Merdeka Malang, Arief Kurniawan, S.Si., dan Rizky Amin Setiawan, S.Pd., lolos dalam Workshop–Benchmarking Program Tendik Berdampak 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada 6–10 April 2026 di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Sebelas Maret Surakarta dan Universitas Padjadjaran Bandung.
Program tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia melalui proses seleksi berlapis yang dimulai sejak Oktober 2025. Tahapan seleksi meliputi administrasi, rekomendasi pimpinan, serta uji kompetensi profesional secara daring selama delapan jam. Dari proses tersebut, hanya 50 peserta terbaik di setiap bidang yang dinyatakan lolos.
Arief mengikuti program pada bidang analisis sumber daya manusia di Universitas Sebelas Maret, sementara Rizky pada bidang analisis kebijakan di Universitas Padjadjaran, Bandung.
Arief mengatakan, keikutsertaannya dalam program ini memberikan pengalaman dalam mempelajari sistem pengelolaan SDM di perguruan tinggi lain. “Kami tidak menyangka bisa lolos di tengah persaingan nasional. Pengalaman ini memberi kesempatan untuk membandingkan sistem yang ada dan menjadi bahan evaluasi bagi institusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti melalui penguatan pelatihan dan pengembangan tenaga kependidikan, peningkatan wawasan kebangsaan, serta pemahaman aspek hukum dalam pengelolaan SDM di lingkungan kampus.
Sementara itu, Rizky menilai peran tenaga kependidikan perlu didorong lebih strategis, tidak hanya terbatas pada fungsi administratif. “Tendik dapat berperan sebagai penghubung antara visi pimpinan dan implementasi di lapangan, khususnya dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan,” katanya.
Ia juga berencana mendorong digitalisasi sistem administrasi di lingkungan Universitas Merdeka Malang, terutama dalam pengelolaan persuratan dan disposisi. Menurutnya, sistem digital dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menekan penggunaan sumber daya.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan serta memperkuat kualitas layanan di lingkungan UNMER Malang. (*)
Apa Reaksi Anda?