DPRD Surabaya Apresiasi Kesuksesan Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza 2026
Pimpinan DPRD Surabaya mengapresiasi kesuksesan Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza HJKS ke-733 yang menjadi motor penggerak ekonomi UMKM.
SURABAYA - Gelaran Festival Rujak Uleg dan Parade Surabaya Vaganza dalam rangka Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS) sukses menyedot perhatian publik. Tidak sekadar menjadi ajang hiburan tahunan, dua event besar ini dinilai ampuh menjadi motor penggerak ekosistem baru ekonomi kerakyatan di Kota Pahlawan.
Apresiasi tinggi datang dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Mereka menilai, momentum ini harus dijaga agar perputaran ekonomi warga pascapandemi terus bergerak secara berkelanjutan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme luar biasa masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pengunjung yang memadati lokasi Festival Rujak Uleg di Surabaya Expo Center (SUBEC), Jalan Kusuma Bangsa, Sabtu (9/5/2026) lalu, mencapai sekitar 12 ribu orang.
“Perputaran ekonomi dalam kegiatan tahunan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Ini bukti tingginya antusiasme masyarakat, baik dari Surabaya maupun luar daerah,” ujar Laila Mufidah dikutip, Rabu (20/5/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini menegaskan bahwa Festival Rujak Uleg kini telah naik kelas. Kuliner khas Surabaya ini telah masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI dan tercatat sebagai salah satu dari 125 agenda terbaik nasional.
Meski sukses besar, Laila mengingatkan agar kemeriahan festival tidak berhenti saat acara usai. Di tengah kondisi fiskal global yang menantang, masyarakat sangat membutuhkan ruang ekonomi baru yang mampu menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sektor pariwisata memiliki multiplier effect yang nyata. Pengunjung butuh kuliner, hiburan, hingga jasa penunjang lainnya. Jadi, semua lapisan masyarakat harus merasakan dampak ekonominya, bukan hanya kalangan tertentu,” tegasnya.
Ia mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memperluas festival turunan yang serupa secara rutin. "Festival yang berdampak langsung pada dompet warga seperti ini harus diperbanyak dan diperluas," tambah Laila.
Surabaya Vaganza 2026: Energi Pemkot Terus Hadirkan Hiburan Gratis Bagi Rakyat
Senada dengan Laila, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, juga memberikan acungan jempol atas suksesnya parade Surabaya Vaganza yang digelar Sabtu (16/5/2026) lalu.
Pria yang akrab disapa Toni ini menilai, kehadiran lautan manusia di sepanjang rute parade harus menjadi energi bagi Pemkot Surabaya untuk terus menghadirkan hiburan gratis bagi rakyat. Menurutnya, konsep hiburan massal ini memegang prinsip sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.
“Tujuan menyediakan sarana hiburan untuk rakyat dapat, dan di sisi lain, membantu pelaku UMKM seperti pedagang air mineral keliling dan asongan untuk bertahan hidup juga terpenuhi,” kata Toni.
Lebih dalam, Legislator Partai Golkar ini menyoroti fenomena sosial masyarakat urban saat ini. Di tengah gempuran informasi media sosial yang cepat dan kerap memicu kecemasan ekonomi, masyarakat membutuhkan ruang publik untuk melepas penat.
Jika masyarakat mampu bisa mencari hiburan di kafe, maka masyarakat prasejahtera sangat bergantung pada event gratis yang diinisiasi pemerintah.
“Sekarang ada pergeseran sosial, di warung kopi pun orang-orang sudah sibuk dengan gawainya masing-masing. Masyarakat mulai merasa sepi dalam keramaian. Karenanya, festival budaya dan konser musik gratis menjadi media penting untuk menjaga harmonisasi sosial warga,” jelas Toni.
Menyongsong Hari Pahlawan November Mendatang
Berkaca dari kesuksesan rangkaian HJKS ini, Toni berharap Pemkot Surabaya sudah mulai merancang agenda besar selanjutnya untuk menyongsong Hari Pahlawan pada November mendatang.
DPRD Surabaya mengusulkan serangkaian acara yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari refleksi teatrikal perobekan bendera di Hotel Yamato, napak tilas bangunan bersejarah, doa bersama lintas iman, hingga panggung musik gratis di Balai Kota.
“Kami berharap nanti ada gelaran musik yang menghadirkan band-band asli Surabaya dari lintas genre. Ini akan menjadi pesta rakyat yang dinantikan sekaligus penggerak ekonomi kreatif lokal,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?