DPRD Nilai Kinerja RSUD dr. Soekardjo, Soroti Infrastruktur dan Target Jadi Rumah Sakit Rujukan Utama
Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menilai kinerja RSUD dr. Soekardjo terus membaik dari sisi pelayanan dan keuangan. Pengembangan infrastruktur rumah sakit masih menjadi tantangan utama.
TASIKMALAYA - Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menilai kinerja RSUD dr. Soekardjo menunjukkan tren positif pada Evaluasi Triwulan II Tahun 2026. Peningkatan tersebut terlihat dari capaian pelayanan maupun kondisi keuangan rumah sakit yang dinilai lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, persoalan pengembangan infrastruktur rumah sakit masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.
Penilaian tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya ke RSUD dr. Soekardjo yang dilaksanakan dalam rangka evaluasi kinerja Triwulan II Tahun 2026.
Pertemuan yang berlangsung di lingkungan rumah sakit itu membahas berbagai aspek, mulai dari capaian pelayanan kesehatan, kondisi keuangan, hingga tantangan yang dihadapi rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, S.H., mengatakan evaluasi berkala menjadi instrumen penting untuk mengukur efektivitas kinerja rumah sakit sekaligus memastikan berbagai program peningkatan pelayanan berjalan sesuai target.
Menurutnya, berdasarkan paparan manajemen RSUD dr. Soekardjo, berbagai indikator menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
"Evaluasi berkala seperti ini penting untuk melihat perkembangan kinerja rumah sakit secara objektif. Dari hasil pembahasan, secara umum terdapat peningkatan dibandingkan tahun lalu, baik dari sisi pelayanan maupun kondisi keuangannya," ujar Yadi, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan tersebut menjadi modal penting bagi RSUD dr. Soekardjo untuk terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah yang mampu memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat Kota Tasikmalaya.
Meski belum merinci angka capaian keuangan maupun indikator pelayanan secara spesifik, Yadi menilai tren yang ditunjukkan manajemen rumah sakit cukup memberikan optimisme terhadap keberlangsungan pelayanan kesehatan di masa mendatang.
Dalam evaluasi tersebut, Komisi IV juga menyoroti peluang besar RSUD dr. Soekardjo untuk berkembang menjadi rumah sakit rujukan utama di Kota Tasikmalaya.
Menurut Yadi, rumah sakit milik Pemerintah Kota Tasikmalaya itu memiliki keunggulan dari sisi fasilitas pelayanan kesehatan maupun peralatan medis yang relatif lengkap dibandingkan fasilitas kesehatan lainnya di daerah.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, RSUD dr. Soekardjo dinilai memiliki kapasitas untuk menerima rujukan pasien dari seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk 22 puskesmas yang tersebar di Kota Tasikmalaya.
"Fasilitas yang dimiliki RSUD dr. Soekardjo sudah cukup lengkap. Dengan penguatan kualitas layanan, rumah sakit ini memiliki peluang besar menjadi rujukan utama bagi seluruh puskesmas di Kota Tasikmalaya," kata Yadi.
Namun, menurut dia, kelengkapan fasilitas saja belum cukup apabila tidak dibarengi peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Komisi IV mendorong manajemen rumah sakit terus melakukan penguatan kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pelayanan medis, memperbaiki sistem manajemen pelayanan, hingga menyempurnakan standar operasional prosedur (SOP).
Perbaikan tersebut dinilai penting agar pelayanan kesehatan berlangsung lebih cepat, profesional, akuntabel, serta mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.
Di balik capaian positif tersebut, DPRD juga mencatat masih terdapat sejumlah persoalan yang memerlukan perhatian pemerintah daerah, terutama terkait pembangunan dan pengembangan infrastruktur rumah sakit.
Menurut Yadi, kebutuhan penyelesaian infrastruktur gedung masih menjadi tantangan karena membutuhkan dukungan anggaran yang tidak sedikit.
Pengembangan fasilitas fisik rumah sakit dinilai penting untuk mengimbangi meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat serta menunjang optimalisasi berbagai layanan medis yang telah tersedia.
Meski demikian, ia optimistis berbagai upaya pembenahan yang sedang dilakukan akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja rumah sakit secara menyeluruh.
"Harapan kami, seiring meningkatnya kualitas pelayanan, kondisi arus kas atau cash flow RSUD juga semakin sehat. Ketika pelayanan semakin baik dan kepercayaan masyarakat terus meningkat, maka kinerja rumah sakit, baik dari sisi pelayanan maupun keuangan, akan tumbuh secara berkelanjutan," ujarnya.
Optimisme tersebut, kata dia, harus dibarengi komitmen seluruh pihak, baik manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah, agar proses pembenahan berjalan konsisten dan berkesinambungan.
Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya menegaskan evaluasi triwulanan tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan bagian dari mekanisme pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.
Melalui evaluasi tersebut, DPRD berharap setiap persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan sehingga kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat.
Komisi IV juga menyatakan akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kebijakan yang bertujuan memperkuat mutu pelayanan RSUD dr. Soekardjo, baik melalui fungsi legislasi, pengawasan maupun penganggaran.
Dengan peningkatan pelayanan yang konsisten, RSUD dr. Soekardjo diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan andalan di Kota Tasikmalaya sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah.
Sementara itu Hamid (39) salah satu pengunjung rumah sakit menyatakan layanan RSUD sudah cukup baik terutama dari segi layanan antre di loket yang tidak begitu panjang.
"Alhamdulilah sekarang layanan lebih cepat, namun ada beberapa layanan yang memang masih ruwet salah satunya pengaktifan BPJS yang tak aktif masih cukup susah dan makan waktu lama,"pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?