BWS Malut Tegaskan Kerusakan Bendung Sangowo Morotai Bukan Karena Gagal Konstruksi

Kerusakan bendung terjadi bukan disebabkan kegagalan konstruksi, melainkan akibat tingginya curah hujan dalam tujuh hari terakhir.

Juni 17, 2026 - 19:31
BWS Malut Tegaskan Kerusakan Bendung Sangowo Morotai Bukan Karena Gagal Konstruksi

MOROTAI - Balai Wilayah Sungai Maluku Utara (BWS Malut) memberikan penjelasan terkait kerusakan pada Bendung Sangowo di Desa Sangowo, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai.

Isu tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir.

Kasatker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) BWS Malut, Irnanda Kristandi, menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi bukan disebabkan kegagalan konstruksi, melainkan akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut dalam tujuh hari terakhir.

Menurut Irnanda, intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya limpasan air yang berdampak pada area perkebunan warga di sekitar bendung.

Dari hasil pendataan sementara, sebanyak 17 pohon kelapa milik masyarakat dilaporkan terdampak akibat kejadian tersebut.

“Tim BWS Maluku Utara bersama PT PP selaku penyedia jasa telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi kerusakan di lapangan,” ujar Irnanda saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi lapangan, kerusakan terjadi pada tanggul tanah sebelah kiri bendung dengan panjang sekitar 20 meter.

Kerusakan tersebut selanjutnya akan ditangani melalui pekerjaan perbaikan timbunan tanah pada area tanggul yang terdampak.

Selain itu, BWS Malut juga akan melakukan pemasangan geobag sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan apabila terjadi banjir susulan dalam waktu dekat.

Irnanda menegaskan bahwa pekerjaan Bendung Sangowo saat ini masih berada dalam masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana, yakni PT PP. Karena itu, seluruh pekerjaan perbaikan menjadi tanggung jawab penyedia jasa sesuai ketentuan kontrak yang berlaku.

“Penyedia jasa telah berkomitmen untuk segera menyelesaikan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan. Saat ini alat berat berupa excavator sudah berada di lokasi dan mulai melakukan pembersihan serta pekerjaan penanganan tanggul,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa anggaran sebesar Rp34 miliar yang sebelumnya ramai diberitakan bukan hanya diperuntukkan bagi satu pekerjaan di Pulau Morotai.

Irnanda menegaskan, nilai tersebut merupakan total dari dua paket pekerjaan yang dilaksanakan pada lokasi yang berbeda.

“Anggaran Rp34 miliar itu terdiri dari dua pekerjaan. Untuk pekerjaan di Pulau Morotai nilainya sekitar Rp16 miliar, sedangkan satu paket lainnya berada di Kabupaten Halmahera Utara dengan nilai sekitar Rp18 miliar,” terangnya.

Irnanda menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan Bendung Sangowo dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama telah selesai dikerjakan, sementara tahap kedua direncanakan akan dilanjutkan pada tahun ini setelah alokasi anggaran yang diajukan mendapat persetujuan dan tersedia.

"Jika anggaran yang diajukan sudah dsetujui maka segera dilakukan pekerjaan tahap duanya, untuk di Morotai, kami proteksikan bakal pasang Bronjong karena kemarin itu anggarannya tidak cukup, makanya tahap dua ini kami akan lakukan pemasanagan bronjong," pungkasnya.

BWS Malut berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan sehingga fungsi bendung kembali optimal dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap masyarakat maupun lahan perkebunan di sekitar kawasan tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow