DPRD Jatim Dorong Penguatan Silaturahmi dan Kepedulian Sosial di Probolinggo
DPRD Provinsi Jawa Timur berharap nilai silaturahmi dan kepedulian sosial dapat terus diperkuat sebagai bagian dari modal sosial untuk menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menguatkan.
PROBOLINGGO - Penguatan hubungan sosial dan kepedulian antarmasyarakat menjadi fokus sosialisasi yang digelar Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Mahdi, di Kebon Pring, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan itu diikuti sekitar 125 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Sosialisasi yang diselenggarakan bersama Bank Jatim dan kelompok masyarakat tersebut diarahkan sebagai ruang edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga hubungan sosial di tengah kehidupan yang semakin dinamis.
Dalam sambutannya, Mahdi menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas hubungan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehidupan sosial yang harmonis memerlukan ruang dialog dan penguatan nilai kepedulian agar masyarakat tetap memiliki ikatan yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial,” ujar Mahdi.
Materi pertama disampaikan oleh Harianto yang menyoroti silaturahmi sebagai bagian dari nilai dasar kehidupan sosial sekaligus ajaran yang menempatkan hubungan antarmanusia sebagai sesuatu yang penting untuk dijaga.
Ia menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat dibangun di atas berbagai perbedaan, baik agama, latar belakang sosial, maupun budaya. Karena itu, silaturahmi menjadi sarana untuk saling mengenal dan membangun hubungan yang sehat.
“Prinsipnya silaturahmi ini adalah ajaran Allah dan Nabi Muhammad yang memiliki tujuan agar manusia saling mengenal,” kata Harianto.
Menurutnya, silaturahmi tidak hanya memperkuat relasi sosial, tetapi juga memiliki nilai yang diyakini membawa keberkahan dalam kehidupan.
“Kalau orang itu suka bersilaturahmi akan dijauhkan dari musibah, dipanjangkan umur, diberikan keberkahan dan dipermudah rezekinya,” ujarnya.
Harianto juga menekankan bahwa manusia pada dasarnya hidup dalam relasi persaudaraan. Karena itu, ia mengajak peserta membiasakan sikap saling menghormati, menghargai, membantu, dan menjaga semangat gotong royong.
“Hakikat manusia itu bersaudara. Karena itu manusia selayaknya berbuat baik kepada sesama, saling menghargai, menghormati, membantu, dan bergotong royong,” katanya.
Ia berharap materi yang disampaikan dapat menjadi pengingat untuk memperkuat kembali hubungan sosial, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Saya berharap nanti ada hikmah yang bisa dibawa pulang untuk memperbaiki hubungan silaturahmi kita dengan keluarga dan orang lain,” tuturnya.
Sementara itu, narasumber kedua, Yatimul Ainun, menyoroti pentingnya menjaga kepedulian sosial sebagai bentuk nyata dari silaturahmi.
Menurutnya, hubungan sosial yang baik tidak hanya dibangun melalui pertemuan, tetapi juga melalui komunikasi yang terjaga dan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
Ia menjelaskan bahwa banyak persoalan dalam kehidupan sosial berawal dari hubungan yang renggang dan komunikasi yang terputus.
“Kadang persoalan bukan karena tidak ada hubungan, tetapi karena komunikasi yang terputus. Silaturahmi membantu kita saling memahami dan memperbaiki hubungan yang kurang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga hubungan dengan tetangga, terlibat dalam kegiatan lingkungan, serta membantu sesama yang membutuhkan.
“Mulailah dari lingkungan terdekat. Menjadi peka terhadap sekitar, saling membantu, dan menjaga hubungan baik adalah bentuk kepedulian sosial yang paling nyata,” pungkasnya.(*)
Apa Reaksi Anda?