HUT ke-69 Kalteng, Gubernur Sentil Anak Muda yang Lupa Bahasa Dayak

Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menginjak usia 69 tahun. Upacara peringatan digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya.

Mei 23, 2026 - 15:31
HUT ke-69 Kalteng, Gubernur Sentil Anak Muda yang Lupa Bahasa Dayak

PALANGKA RAYA - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menginjak usia 69 tahun. Upacara peringatan digelar di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026).

‎Usai upacara, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran langsung menemui wartawan dan membeberkan sejumlah rencana penting untuk masa depan Kalteng.

‎Gubernur Agustiar menegaskan bahwa memimpin Kalteng tidaklah mudah karena wilayahnya yang sangat luas, bahkan lebih luas dari Pulau Jawa. 

‎‎Oleh Karena itu, ia meminta anggaran pemerintah daerah harus digunakan secara efisien dan tidak boleh dihambur-hamburkan.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran

‎‎"Sesuai arahan Pak Presiden, kita harus efisiensi. Uang satu sen pun, uang rakyat yang kita gunakan ini, sasarannya harus jelas. Berapa untuk rakyat? Itu yang utama," tutur Agustiar

‎‎Selain soal anggaran, Agustiar juga menyoroti kelakuan anak muda zaman sekarang yang dinilainya berlebihan karena lebih bangga belajar bahasa asing tapi lupa bahasa daerah sendiri.

‎‎Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat menegur anaknya sendiri yang tidak bisa bahasa Dayak.

‎‎"Boleh tahu bahasa Inggris atau bahasa Jepang, tapi jangan lupa budaya kita, budaya Rumah Betang. Anak saya saja kadang tidak bisa bahasa Dayak. Saya bilang, 'Bapak ini ketua Dewan Adat Dayak (DAD) , kamu harus bisa bahasa Dayak dulu!'" ceritanya.

‎Di tempat yang sama, Acara ulang tahun Provinsi Kalteng ini juga dihadiri oleh mantan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran. Sugianto memberikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan penting untuk kemajuan ekonomi Kalteng.

‎Menurut Sugianto, urusan jalan (infrastruktur), pendidikan, dan rumah kesehatan adalah tugas rutin yang wajib beres. Namun, ia meminta pemerintah saat ini lebih serius dalam mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

‎"Kalau mau pendapatan daerah kita meningkat, BUMD harus diperbaiki. Potensi pertanian kita seperti jagung itu sangat besar dan harus dimaksimalkan," tegas Sugianto. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow