DPD RI dan Kemlu Lepas Delegasi Pelajar Indonesia untuk Misi Edukasi STEM ke Jepang
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) secara resmi melepas delegasi pelajar Indonesia untuk mengikuti program pendidikan Science, Technology,
JAKARTA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) secara resmi melepas delegasi pelajar Indonesia untuk mengikuti program pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Jepang. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Gedung DPD RI, Senayan, Rabu (7/1/2026).
Program ini bertujuan untuk memperluas wawasan global generasi muda Indonesia, khususnya dalam penguasaan teknologi dan inovasi yang menjadi keunggulan negara Jepang. Para delegasi dijadwalkan akan berada di Jepang mulai tanggal 12 Januari hingga 22 Januari 2026.
Hadir dalam acara tersebut, Senator DPD RI, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega, menegaskan pentingnya program ini sebagai jembatan bagi pelajar Indonesia untuk menyerap ilmu langsung dari negara maju.
"Ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi misi intelektual. Kami di DPD RI sangat mendukung inisiatif yang memberdayakan sumber daya manusia daerah. Melalui kunjungan ke universitas top dunia di Jepang, kami harap para siswa kembali dengan mentalitas inovator yang siap membangun daerah dan bangsa," ujar Yashinta dalam sambutannya.
Sementara itu, Staff Kementerian Luar Negeri, Rafliansyah, menyoroti aspek diplomasi pendidikan dalam kegiatan ini. Menurutnya, pertukaran pelajar adalah fondasi kuat dalam hubungan bilateral Indonesia-Jepang.
"Kolaborasi pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan mengunjungi institusi bergengsi dan KBRI di Tokyo nanti, para pelajar ini juga bertindak sebagai duta muda Indonesia yang membawa wajah pendidikan kita di kancah global," ungkap Rafliansyah.
Delegasi kali ini melibatkan siswa-siswi berprestasi dari SMA Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi. Pengurus Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai, Ir. H. Prasodjo, T.E., yang turut memberikan sambutan, menyampaikan rasa bangga dan kesiapan para peserta didik.
"Anak-anak kami telah mempersiapkan diri dengan matang, baik secara akademis maupun mental. Kesempatan mengunjungi University of Tokyo, Tokyo Metropolitan University, hingga Kyoto University adalah mimpi yang menjadi nyata bagi mereka yang menggeluti bidang STEM," kata Prasodjo.
Selama 10 hari di Jepang, para delegasi akan mengikuti serangkaian kegiatan akademik, kunjungan laboratorium, serta diskusi budaya. Selain mengunjungi tiga universitas ternama tersebut, rombongan juga dijadwalkan untuk melakukan audiensi khusus di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo untuk mendapatkan wawasan mengenai peran diplomatik Indonesia di luar negeri.
Langkah ini diharapkan dapat memicu semangat para pelajar untuk terus mengejar pendidikan tinggi dan berkontribusi pada kemajuan teknologi Indonesia di masa depan. (*)
Apa Reaksi Anda?