Dosen Teknik Kimia UNIPMA Madiun Sosialisasikan Bahaya Bahan Kimia Home Care di PG Soedhono Ngawi

Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIPMA Madiuin (Universitas PGRI Madiun), Sri Wahyuningsih, memberikan edukasi kepada masyarakat lingkungan PG Soedhono Ngawi terkait bahaya

Mei 19, 2026 - 14:30
Dosen Teknik Kimia UNIPMA Madiun Sosialisasikan Bahaya Bahan Kimia Home Care di PG Soedhono Ngawi

MADIUN - Dosen Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik UNIPMA Madiuin (Universitas PGRI Madiun), Sri Wahyuningsih, memberikan edukasi kepada masyarakat lingkungan PG Soedhono Ngawi terkait bahaya bahan kimia pada produk home care serta pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk rumah tangga yang aman dan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan edukasi itu, dosen yang akrab disapa Bu Cicik tersebut menjelaskan bahwa berbagai produk pembersih rumah tangga yang digunakan sehari-hari mengandung senyawa kimia tertentu yang dapat berdampak bagi kesehatan jika dipakai secara berlebihan atau tidak sesuai aturan penggunaan.

Beberapa bahan kimia yang menjadi perhatian antara lain sodium hypochlorite pada pemutih pakaian, ammonia pada cairan pembersih kaca, phthalates pada pengharum ruangan, triclosan pada sabun antibakteri, serta quaternary ammonium compounds (QACs) yang banyak ditemukan pada produk disinfektan.

Menurutnya, paparan bahan kimia tersebut dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi kulit, alergi, hingga gangguan pernapasan. Bahkan, dalam jangka panjang, beberapa zat tertentu berpotensi memengaruhi sistem hormon tubuh.

“Produk pembersih rumah tangga tetap memiliki manfaat, namun penggunaannya harus bijak dan sesuai aturan. Masyarakat perlu memahami kandungan bahan kimia yang digunakan sehari-hari,” ujar Bu Cicik dalam kegiatan tersebut.

Bahan Kimia Home Care - 1

Selain memberikan pemahaman mengenai risiko bahan kimia, peserta juga mendapatkan edukasi tentang penggunaan produk rumah tangga secara aman. Di antaranya dengan membaca label komposisi sebelum membeli produk, tidak mencampur bahan pembersih secara sembarangan, menggunakan alat pelindung seperti sarung tangan, serta memastikan sirkulasi udara di dalam ruangan tetap baik.

Pada sesi selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan eco enzyme, yakni cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, pupuk cair, hingga penghilang bau.

Dijelaskan, eco enzyme dapat dibuat secara sederhana menggunakan campuran gula merah atau molase, limbah organik, dan air dengan proses fermentasi selama sekitar tiga bulan.

“Limbah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk multifungsi yang ekonomis sekaligus ramah lingkungan,” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari masyarakat PG Soedhono Ngawi. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait bahan kimia yang aman digunakan di rumah serta praktik pembuatan eco enzyme.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan oleh UNIPMA Madiun. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola hidup yang lebih sehat sekaligus mendukung pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih bermanfaat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow