Dosen FTAB UB Jadi Perwakilan Short Course Pengentasan Kemiskinan di Tiongkok
Dosen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Ir. Yusron Sugiarto, STP., M.Sc., MP., PhD menjadi perwakilan untuk mengikuti program short course di Tiongkok.
MALANG - Dosen Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Yusron Sugiarto menjadi perwakilan untuk mengikuti program short course bertajuk “Pelatihan Pengembangan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan Indonesia” yang diselenggarakan oleh International Poverty Reduction Center in China (IPRCC), Beijing, Tiongkok pada 9 hingga 22 Mei 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan di dua lokasi berbeda, Beijing dan Kunming ini diikuti oleh peserta dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, dan lembaga terkait pengembangan pedesaan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.
Dalam program ini, peserta membahas tema besar mengenai strategi pembangunan pedesaan dan kebijakan pengentasan kemiskinan yang telah diterapkan di Tiongkok. Sementara itu, materi lainnya meliputi kondisi nasional Tiongkok serta pengalaman reformasi dan keterbukaan ekonomi; Kerja sama pembangunan internasional Tiongkok; Strategi revitalisasi pedesaan dan pembangunan desa di Tiongkok; Inovasi kebijakan dan praktik pengentasan kemiskinan; Kebijakan pengentasan kemiskinan berbasis ketenagakerjaan; Kebijakan dan praktik pendidikan pedesaan di Tiongkok; Kebijakan dan praktik pengentasan kemiskinan melalui sektor kesehatan; Pengembangan industri pedesaan dan penguatan ekonomi masyarakat desa; Pembangunan infrastruktur pedesaan dan transformasi wilayah; dan Pembangunan hijau dan pengembangan berkelanjutan di kawasan pedesaan.
Bukan hanya mengikuti sesi kelas dan akademik, peserta juga berkunjung ke lapangan secara langsung. Beberapa titik yang dikunjungi merupakan kawasan pengembangan pedesaan dan lokasi keberhasilan program pengentasan kemiskinan di Tiongkok.
Melalui kontribusi Ir. Yusron Sugiarto, diharapkan kerja sama internasional Universitas Brawijaya semakin berkembang sekaligus mampu memberikan kontribusi pemikiran dan pengalaman dalam pengembangan kawasan pedesaan, pemberdayaan masyarakat, serta pengentasan kemiskinan di Indonesia. (*)
Apa Reaksi Anda?