Dosen FIP UNJ Gelar Pengabdian Internasional untuk Perkuat Akses Pendidikan Anak Migran di Malaysia
Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berskala internasional bagi anak-anak pekerja migran Indonesia
JAKARTA - Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berskala internasional bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Segambut, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu - Selasa (26–28 April 2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari EQUITY UNJ ini tidak hanya menjadi wujud nyata tridarma perguruan tinggi, tetapi juga bagian dari kontribusi strategis terhadap agenda global Sustainable Development Goals (SDGs).
Program yang berlangsung di Sanggar Bimbingan Al Amin Segambut ini menyasar sekitar 40 anak migran yang sebagian besar belum memiliki akses terhadap pendidikan formal akibat keterbatasan dokumen dan kondisi sosial ekonomi. Inisiatif ini secara langsung mendukung tujuan SDGs ke-4, yaitu pendidikan berkualitas (Quality Education), serta tujuan ke-10, yakni pengurangan ketimpangan (Reduced Inequalities), khususnya bagi kelompok rentan lintas negara.
Program ini difokuskan pada penguatan kapasitas tutor, relawan, dan pengelola sanggar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebanyak empat dosen dan tiga mahasiswa FIP UNJ terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Ketua tim pengabdian, Karta Sasmita, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif.
"Kami tidak datang untuk menggantikan sistem yang ada, tetapi memperkuat praktik pembelajaran yang sudah berjalan agar lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Karta Sasmita yang juga Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni FIP UNJ.
Sebelum pelaksanaan tatap muka, tim UNJ telah melakukan pendampingan selama dua bulan melalui Learning Management System (LMS) yang dirancang khusus untuk tutor dan pengelola sanggar. Program ini kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran jarak jauh secara sinkronus dan asinkronus sebagai bentuk tindak lanjut.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan difokuskan pada peningkatan kinerja pendidik dalam mengelola pembelajaran, termasuk kemampuan memberikan dukungan sosial-emosional kepada peserta didik, menciptakan suasana kelas yang aman dan inklusif, serta menyusun pembelajaran yang efektif dan bermakna.
Selain itu, pengelola sanggar juga dibekali dengan penguatan tata kelola lembaga, seperti penerapan budaya refleksi dan supervisi, pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel, serta penyusunan kurikulum yang selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan lokal.
Program ini juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan menghargai keberagaman, serta memastikan adanya praktik perlindungan dan keselamatan bagi seluruh warga belajar.
Melalui kegiatan ini, UNJ berharap dapat berkontribusi dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia, sekaligus menghadirkan model pengabdian yang dapat direplikasi di komunitas serupa di tingkat internasional. (*)
Apa Reaksi Anda?