Dosen dan Mahasiswa UNIPMA Lolos KIAT Kota Madiun 2026 lewat Inovasi Buku Visual 3D

Tim dosen dan mahasiswa UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) berhasil lolos dalam Kompetisi Inovasi Teknologi (KIAT) Kota Madiun 2026 melalui inovasi pendidikan bertajuk “Buku Visual Spasial 3D Ber

Mei 29, 2026 - 16:00
Dosen dan Mahasiswa UNIPMA Lolos KIAT Kota Madiun 2026 lewat Inovasi Buku Visual 3D

MADIUN - Tim dosen dan mahasiswa UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) berhasil lolos dalam Kompetisi Inovasi Teknologi (KIAT) Kota Madiun 2026 melalui inovasi pendidikan bertajuk “Buku Visual Spasial 3D Bermuatan Digital” yang dirancang sebagai solusi pembelajaran bangun ruang interaktif bagi siswa sekolah dasar.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Madiun tersebut dibuka untuk perangkat daerah, unit layanan pemerintah, serta masyarakat umum sebagai upaya mendorong lahirnya inovasi yang berdampak pada peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Tim UNIPMA Madiun terdiri atas Dr. Darmadi, M.Pd. dan Auzi Diesta Widianto. Mereka mengembangkan media pembelajaran berbasis visual spasial tiga dimensi yang memadukan media konkret dengan teknologi digital untuk membantu siswa memahami materi bangun ruang secara lebih interaktif dan mudah dipahami. 

Dalam proposal inovasinya, tim menjelaskan bahwa rendahnya literasi matematika siswa menjadi salah satu latar belakang pengembangan media tersebut. Selain itu, pembelajaran bangun ruang di sekolah dasar dinilai masih dominan menggunakan metode ceramah dan media dua dimensi sehingga kurang optimal dalam meningkatkan kemampuan visual spasial siswa. 

“Inovasi ini memadukan media manipulatif 3D, jaring-jaring bangun ruang yang dapat dirakit, QR Code edukasi, serta video pembelajaran digital,” ujar Auzi Diesta Widianto dalam paparan inovasi. 

unipma - 1

Media pembelajaran tersebut dirancang agar siswa dapat memahami konsep bangun ruang secara konkret melalui aktivitas interaktif. Keunikan inovasi terletak pada integrasi media fisik dengan teknologi digital berbasis visual spasial 3D yang tetap praktis digunakan dalam pembelajaran sehari-hari. 

Tim pengembang menilai inovasi tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan pendidikan berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas. Selain itu, inovasi juga dinilai mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi dan pengembangan sumber daya manusia kreatif di Kota Madiun. 

Dr. Darmadi mengatakan media pembelajaran interaktif tersebut diharapkan mampu membantu guru menjelaskan konsep abstrak secara lebih mudah dan variatif.

“Pembelajaran matematika perlu menghadirkan pengalaman konkret dan menarik agar siswa lebih aktif serta mampu memahami konsep dengan baik,” katanya.

Ke depan, tim UNIPMA Madiun berencana mengembangkan materi matematika lain berbasis visual spasial serta memperluas implementasi inovasi di sekolah dasar lain di Kota Madiun. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan sekolah, Dinas Pendidikan, dan percetakan media pembelajaran lokal guna mendukung keberlanjutan program. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow