DKPPP Kota Probolinggo Catat Kenaikan Harga Hewan Kurban, Vaksinasi PMK Digencarkan
Pemerintah Kota Probolinggo mulai bergerak cepat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
PROBOLINGGO - Pemerintah Kota Probolinggo mulai bergerak cepat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP), kebutuhan hewan kurban telah dipetakan. Namun, masyarakat perlu menyiapkan dana lebih karena harga hewan kurban sudah mulai merangkak naik.
Plh Kadis DKPPP Kota Probolinggo, Trillya Yuliana, Jumat ( 15/5/2026), menyampaikan bahwa prediksi kebutuhan hewan kurban tahun ini mengacu pada data pemotongan tahun lalu. Jumlahnya mencapai 1.721 ekor untuk domba dan kambing, serta 305 ekor untuk sapi.
Meski stok belum bisa didata secara pasti karena lapak penjual masih sedikit yang beroperasi, harga mulai menunjukkan kenaikan. Berdasarkan data dari Pasar Hewan Wonoasih, harga sapi mengalami kenaikan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekor.
“Terkait stok hewan kurban, saat ini kami belum bisa mendata, karena lapak-lapak penjual hewan kurban masih hanya beberapa saja yang sudah buka,” ujar Trillya.
Langkah antisipasi juga dilakukan untuk menjaga kualitas hewan kurban. DKPPP terus melakukan vaksinasi terhadap dua penyakit yang masih ditemukan di Kota Probolinggo, yaitu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Meski jumlah kasus tidak banyak, vaksinasi tetap digencarkan.
“Di Kota Probolinggo masih kita temukan, namun jumlahnya tidak banyak. Namun demikian, kami sampai saat ini masih melakukan vaksinasi,” tambahnya.
Pengawasan ketat akan dimulai seminggu sebelum Iduladha. Petugas akan keliling ke lapak-lapak musiman untuk memeriksa kesehatan hewan kurban yang dijual. Langkah ini rutin dilakukan untuk memastikan hewan yang dipotong benar-benar sehat dan layak dikurbankan. (*)
Apa Reaksi Anda?