Direktur Polije dan Bupati Sabu Raijua Perjuangkan Anggaran Sarpras ke Bappenas RI

Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pendidikan vokasi hingga ke pelosok negeri.

April 20, 2026 - 20:39
Direktur Polije dan Bupati Sabu Raijua Perjuangkan Anggaran Sarpras ke Bappenas RI

JAKARTA - Politeknik Negeri Jember (Polije) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jangkauan pendidikan vokasi hingga ke pelosok negeri.

Hal ini dibuktikan dengan langkah proaktif Direktur Polije, Saiful Anwar, yang mendampingi langsung Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, dalam kunjungan kerja strategis ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Kunjungan ini merupakan upaya jemput bola untuk melakukan mitigasi sekaligus koordinasi terkait peluang pembiayaan pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Fokus utamanya adalah pengembangan Kampus 6 Polije yang terletak di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabupaten Sabu Raijua, sebagai salah satu wilayah yang masuk dalam kategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), memerlukan intervensi khusus dalam pengembangan infrastruktur pendidikan. Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menegaskan bahwa kehadiran Kampus Polije merupakan pilar penting bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerahnya.

POLIJE

Melalui pertemuan dengan Direktur Pembiayaan Dalam Negeri Bappenas RI, pihak Pemkab dan Polije memaparkan urgensi kebutuhan infrastruktur kampus guna menunjang proses belajar mengajar yang standar dan berkualitas.

Direktur Polije, Saiful Anwar, menyatakan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi merupakan misi besar yang sedang dijalankan oleh institusinya. Kehadiran kampus-kampus Polije di daerah, termasuk Kampus 6 Sabu Raijua, bertujuan untuk memangkas kesenjangan kualitas pendidikan antara pusat dan daerah.

"Pengembangan Kampus 6 Sabu Raijua adalah sebuah keniscayaan dalam upaya kami memeratakan akses pendidikan vokasi di seluruh wilayah Indonesia. Kami berupaya maksimal agar potensi pendanaan dari Bappenas dapat terealisasi melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua," ujar Saiful Anwar.

Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik gedung, tetapi juga menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi lokal melalui kehadiran civitas akademika di Sabu Raijua.

Dengan sarana yang mumpuni, diharapkan putra-putri NTT dapat mengenyam pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya, yang pada akhirnya akan berkontribusi membangun daerah asal mereka.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal proses perencanaan anggaran, sehingga transformasi pendidikan di wilayah perbatasan Indonesia dapat segera terwujud secara nyata. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow