Dinsos Pacitan Gandeng TIMES Indonesia, Genjot Kualitas Konten dan Jurnalisme Positif
Kolaborasi ini diwujudkan lewat pelatihan menulis dan pengelolaan medsos yang digelar Selasa (14/4/2026).
PACITAN - Dinas Sosial Kabupaten Pacitan (Dinsos Pacitan) menggandeng TIMES Indonesia untuk memperkuat kualitas pengelolaan media sosial sekaligus mendorong praktik jurnalisme positif.
Kolaborasi itu diwujudkan lewat pelatihan menulis dan pengelolaan medsos yang digelar Selasa (14/4/2026).
Pelatihan berlangsung di ruang rapat kantor Dinsos Pacitan, Jalan Gatot Subroto No. 79. Pesertanya para admin media sosial dari tiap bidang.
Mereka tidak sekadar duduk mendengar materi, tapi juga diajak memahami bagaimana menyusun informasi yang lebih tajam, terukur, dan mudah diterima publik.
Kepala Biro TIMES Indonesia Pacitan, Rojihan, menekankan pentingnya dasar-dasar jurnalistik dalam pengelolaan media sosial.
Menurutnya, konten yang dipublikasikan harus berbasis data, akurat, faktual, dan tetap mengacu pada tanggung jawab etik.
"Menulis di media sosial harus sesuai kode etik dan kaidah jurnalistik, memenuhi 5W1H. Kualitas foto dan video juga penting agar pesan benar-benar mengena ke masyarakat," paparnya.
Ia mengingatkan, di era digital seperti sekarang, akun medsos OPD bukan sekadar etalase kegiatan.
Lebih dari itu, namun menjadi wajah institusi di ruang publik. Karena itu, strategi komunikasi perlu disusun dengan matang agar mampu membangun kepercayaan.
"Mengelola isu strategis itu bagaimana dinas merespons tantangan sekaligus memanfaatkan momen untuk menonjolkan nilai positif yang dimiliki," ujarnya.
Materi kemudian berlanjut ke teknik penulisan berita. Rojihan membedah cara merangkai judul hingga isi agar tidak kaku, namun tetap informatif dan kuat secara data.
"Judul harus menarik perhatian, isi berita informatif, dan data diramu dalam narasi yang kuat," jelasnya.
Tak berhenti di penulisan, peserta juga diajak memahami peran visual. Foto, kata dia, bukan pelengkap, melainkan bagian penting dari pesan yang disampaikan.
"Sebuah foto harus mampu menyampaikan cerita yang kuat dan mendukung pesan," katanya.
Ia juga menyinggung soal konsistensi konten dan interaksi dengan audiens. Menurutnya, akun yang aktif dan responsif akan lebih mudah menjangkau masyarakat sekaligus membangun citra positif lembaga.
"Media sosial kalau dikelola dengan baik, jangkauan informasi bisa lebih luas dan citra pemerintah ikut terangkat," imbuhnya.
Pelatihan berlangsung cukup cair. Peserta terlihat aktif berdiskusi, bahkan langsung mempraktikkan materi yang diberikan.
Salah satu peserta, Habibi, mengaku kegiatan semacam ini sangat membantu dalam pekerjaannya sehari-hari.
"Kami merasa kegiatan ini sangat relevan untuk membantu kami menyampaikan informasi strategis perusahaan dengan lebih efektif," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinsos Pacitan, Luky Puspitosari, berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Ia menegaskan akan ada evaluasi lanjutan terhadap kinerja pengelolaan media sosial di internal dinas. Menurutnya, medsos harus mampu menjadi kanal informasi yang akurat sekaligus menarik perhatian publik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TIMES Indonesia atas kolaborasi yang dinilai memberi nilai tambah dalam upaya membangun branding positif Dinsos Pacitan. (*)
Apa Reaksi Anda?