Dinkes Pacitan Pastikan Kesehatan Calon Paskibraka lewat Pemeriksaan Menyeluruh
Seleksi calon Paskibraka Pacitan 2026 berlangsung ketat. Dinkes lakukan cek kesehatan menyeluruh agar peserta yang lolos benar-benar sehat, bugar, dan siap jadi generasi berjiwa kebangsaan.
PACITAN - Rabu (8/4/2026), Seleksi calon Paskibraka tingkat Kabupaten Pacitan benar-benar tak main-main. Dinas Kesehatan Pacitan (Dinkes Pacitan) menyaring peserta lewat pemeriksaan kesehatan menyeluruh. Hasilnya, tak semua yang lolos fisik bisa melangkah ke tahap berikutnya
Hari pertama, sebanyak 84 peserta dari enam kecamatan mengikuti rangkaian seleksi.
Namun, hanya sekitar 50 siswa yang dinyatakan lolos tahap awal fisik meliputi tinggi badan, berat badan, dan peraturan baris-berbaris (PBB) sebelum akhirnya masuk ke pemeriksaan kesehatan oleh tim Dinkes.
Kepala Dinas Kesehatan Pacitan dr Daru Mustikoaji melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Nunuk Irawati, menegaskan bahwa pemeriksaan ini bukan sekadar formalitas.
“Kegiatan cek kesehatan gratis hari ini menyasar calon paskibraka kabupaten. Mulai pemeriksaan indera, gigi, laboratorium, gula darah, hemoglobin, hingga skrining TBC. Harapannya, saat mereka masuk asrama, riwayat kesehatannya sudah terpetakan secara menyeluruh,” jelas Nunuk.
Menurutnya, hasil pemeriksaan ini nantinya menjadi dasar penerbitan surat keterangan sehat bagi peserta yang lolos. Dokumen tersebut wajib diunggah dalam sistem sesuai ketentuan seleksi.
Tak berhenti di situ, Dinkes juga menaruh perhatian pada kondisi peserta selama proses latihan nanti.
Kabid Pelayanan Kesehatan, Retno Wulandari, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya sudah menjadi agenda rutin setiap tahun.
“CKG ini sudah menjadi target Dinkes. Harapannya, para calon paskibraka bisa lebih fit selama berlatih. Kualitas dan performa mereka juga harus terjaga,” ujarnya.
Retno mengingatkan, kunci utama menjaga kebugaran ada pada pola hidup sehat. Mulai dari asupan nutrisi, kebersihan diri, hingga waktu istirahat yang cukup.
“Panitia juga harus memperhatikan standar gizi dan pola istirahat peserta,” imbuhnya.
Sementara itu, dari sisi penyelenggara seleksi, Bakesbangpol Pacitan memastikan tahapan berjalan berlapis. Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Nur Bambang Susianto, menjelaskan bahwa seleksi diawali dari aspek fisik dasar.
“Hari ini kami laksanakan seleksi umum mulai tinggi badan, postur tubuh, termasuk bentuk kaki tidak O atau X. Setelah itu mereka mengikuti PBB awal. Jika lolos, baru ikut tes kesehatan yang dibuktikan dengan surat keterangan sehat,” terang Bambang.
Ia juga mengapresiasi dukungan Dinkes Pacitan yang menggandeng Puskesmas Tanjungsari dalam pelaksanaan CKG.
Adapun peserta hari pertama berasal dari Kecamatan Nawangan, Bandar, Tegalombo, Tulakan, Sudimoro, dan Ngadirojo. Rinciannya, 44 peserta perempuan dan 40 laki-laki.
Antusiasme pendaftar sendiri terbilang tinggi. Dari empat rayon, tercatat 368 siswa mendaftar melalui sistem akun. Meski begitu, tidak semuanya hadir dalam seleksi tahap awal.
“Ada beberapa yang sakit dan belum hadir. Kami akan rapatkan dulu dengan tim seleksi untuk kemungkinan tes susulan,” ungkap Bambang.
Lebih jauh, ia berharap proses seleksi ini mampu melahirkan generasi Paskibraka yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara ideologi.
“Harapan kami, ini bukan sekadar petugas pengibar bendera. Tapi generasi yang paham Pancasila, sejarah perjuangan bangsa, dan menghargai jasa pahlawan. Ini juga bisa menjadi kebanggaan sekaligus bekal untuk jenjang pendidikan kedinasan ke depan,” tandasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?