Dinas PUCKPP Banyuwangi Dorong Penerapan TKDN Pada Pekerjaan Konstruksi

Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (Dinas PUCK PP) Banyuwangi, terus aktif dalam mempromosikan penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada ...

September 29, 2023 - 16:30
Dinas PUCKPP Banyuwangi Dorong Penerapan TKDN Pada Pekerjaan Konstruksi

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (Dinas PUCK PP) Banyuwangi, terus aktif dalam mempromosikan penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada pekerjaan konstruksi di Bumi Blambangan.

Terbaru, Dinas PUCK PP Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan sosialisasi jasa konstruksi dengan tema ‘Sosialisasi Penerapan TKDN Pada Pekerjaan Konstruksi’. 

Kegiatan tersebut digeber di Teras Hotel Banyuwangi, pada (27/9/2023) kemarin, bertujuan untuk mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri dalam berbagai sektor industri, termasuk konstruksi. Selain itu, untuk memberikan pemahaman mendalam tentang peraturan TKDN yang berlaku.

PUCKPP-Banyuwangi-2.jpgSekretaris Dinas PUCKPP Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja (tengah) bersama narasumber dan peserta sosialisasi penerapan TKDN. (FOTO: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)

Untuk memastikan materi benar-benar berbobot Dinas PUCK PP Banyuwangi mengundang hadirkan beberapa narasumber diantaranya, Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi dan Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda Kementerian PUPR, Dwi Haryanti Putri SE, MM, Tenaga Ahli Quantity Surveyor, Nur Illiyin, ST, Asesor TKDN dari PT. Sucofindo sebagai lembaga verifikasi TKDN, Viki Dwi Cahyo dan, Kasubag Pengelolaan Barang dan Jasa dari Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Banyuwangi, Dani Al Sofyan, ST.

Plt Kepala Dinas PUCK PP Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono MSi, melalui Sekretaris Dinas PUCK PP Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja SPt, MSi mengatakan, dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), rantai pasok penyedia, kontraktor dan jasa konsultasi mampu menghitung TKDN untuk barang dan jasa yang digunakan di Banyuwangi.

“Ini salah satu upaya sebagai tugas pembina jasa konstruksi menyiapkan jasa pembina konstruksi mampu memproduksi sebuah produk yang sesuai dengan ketentuan regulasi tingkat kandungan produk dalam negerinya,” jelasnya, Jumat (29/9/2023).

Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri 100 peserta mulai dari perwakilan SKPD, Rantai Pasok, Konsultan dan Kontraktor. Dinas PUCKPP Banyuwangi sengaja mengundang hadirkan berbagai perwakilan tersebut guna mengambil stimulan sebagai pioner yang mengembangkan kepada rekan-rekan jasa konstruksi lainnya.

Sosialisasi ini juga menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pandangan dan ide-ide inovatif guna meningkatkan implementasi TKDN di Banyuwangi. Tampak satu persatu dari peserta sangat aktif bertanya terkait penerapan TKDN.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Perindustrian kabupaten Banyuwangi, Sulistyowati mengaku kegiatan sosialisasi mengenai TKDN sangatlah penting untuk dilaksanakan.

Pasalnya, saat ini  masih ada beberapa perbedaan persepsi antara PPK, BPBJ, Penyedia jasa (kontraktor maupun konsultan) , dinas teknis dan stakeholder lainnya terkait teknis penerapan TKDN di dalam proses PBJ. 

Disisi lain, penyedia jasa mengeluhkan adanya perbedaan versi cara penghitungan TKDN antar PPK di OPD satu dengan OPD yang lain dan dengan Pokja BPBJ. 

“Dari permasalahan-permasalahan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antar stakeholder,kesalahan prosedur dan permasalahan-permasalahan hukum di kemudian hari. Sehingga menjadi penting sosialisasi TKDN ini untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

Dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan kepada peserta dapat menambah wawasan peraturan terkait TKDN dan selanjutnya bisa mengimplementasikan peraturan terkait TKDN tersebut. Sehingga bisa meningkatkan penggunaan produk dalam negeri yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow