Masjid Al-Aqsa Ditutup 16 Hari, Jemaah Muslim Palestina Dilarang Beribadah
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ditutup selama 16 hari, membuat jemaah Muslim Palestina tidak dapat melaksanakan salat tarawih dan i'tikaf di akhir Ramadan.
JAKARTA Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dilaporkan telah ditutup selama 16 hari oleh otoritas Israel. Penutupan tersebut membuat jemaah Muslim Palestina tidak dapat memasuki kawasan suci itu untuk melaksanakan ibadah.
Langkah tersebut disebut dilakukan dengan alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan regional terkait konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa yang berlangsung pada hari-hari terakhir bulan Ramadan itu berdampak langsung pada aktivitas ibadah umat Muslim. Salat tarawih dan i'tikaf tidak dapat dilakukan di dalam masjid, situasi yang disebut sebagai peristiwa pertama sejak pendudukan Yerusalem pada tahun 1967.
Pemerintah Kegubernuran Yerusalem juga memperingatkan adanya peningkatan ketegangan dan hasutan yang dipimpin kelompok ekstremis yang dikenal sebagai organisasi Bukit Bait Suci. Situasi ini terjadi di tengah penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa yang masih berlangsung.
Pihak kegubernuran menilai langkah tersebut tidak dapat dipandang sekadar sebagai tindakan keamanan sementara, seperti yang diklaim otoritas Israel. Menurut mereka, kebijakan itu berpotensi menjadi bagian dari agenda politik dan ideologis yang dinilai dapat mengubah status quo keagamaan, sejarah, dan hukum di kawasan kompleks Masjid Al-Aqsa.(*)
Apa Reaksi Anda?