Diklat Dai Milenial LD PCNU Ponorogo Hadirkan Tokoh PWNU Jatim
LD PCNU Ponorogo gelar Diklat Da’i Milenial di Insuri, hadirkan narasumber PWNU Jatim untuk bekali 180 peserta dakwah era digital dan cetak generasi da’i muda adaptif.
PONOROGO - Lembaga Dakwah (LD) PCNU Kabupaten Ponorogo (PCNU Ponorogo) sukses menggelar kegiatan Diklat Da’i Milenial, Sabtu (18/4/2026), di Kampus Insuri Ponorogo.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari jajaran PWNU Jawa Timur yang kompeten di bidang dakwah dan pengembangan sumber daya manusia.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. KH. Syukron Djazilan, selaku Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr. H. Moch. Khoirul Anwar, selaku Sekretaris PWNU Jawa Timur, serta Dr. H. Syarif Thoyib, yang menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur. Ketiganya menyampaikan materi strategis terkait penguatan dakwah di era digital, peningkatan kapasitas da’i, serta pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 180 peserta yang berasal dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Ponorogo. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir acara, menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam mengembangkan kemampuan berdakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Ketua panitia, Dr. H. Shofwan Al Jauhari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini. “Kami berterima kasih banyak atas dukungan semua pihak. Pada kegiatan ini, peserta tidak hanya dari kalangan umum, tetapi juga diikuti oleh penyuluh agama kecamatan, dai kamtibnas, lembaga dan banom NU, serta para santri pondok,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LD PCNU Ponorogo, AKBP (Purn). KH. Bahrun Nasikin, menegaskan bahwa Lembaga Dakwah memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh Nahdlatul Ulama. Menurutnya, salah satu kebijakan utama NU adalah penyiaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi tanggung jawab Lembaga Dakwah. “Sehingga kita sebagai bagian dari NU yang tergabung dalam Lembaga Dakwah harus mampu berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar secara tegak lurus berdasarkan Al-Qur’an, Hadist, serta peraturan yang berlaku,” katanya.
Dalam penyampaiannya, para pemateri juga menekankan bahwa dakwah di era milenial tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga harus mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, peserta juga dibekali dengan keterampilan komunikasi, manajemen dakwah, serta strategi menghadapi tantangan global.
Melalui kegiatan ini, LD PCNU Ponorogo berharap dapat mencetak generasi da’i milenial yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu berinovasi dan berkontribusi aktif dalam menyebarkan dakwah Islam di tengah masyarakat modern. (*)
Apa Reaksi Anda?