Didemo, Penutupan Akses Puncak Jembatan Lahor Malang Tak Sampai 13 Jam

Ratusan warga membuka paksa portal akses Jembatan Bendungan Lahor usai mediasi buntu. Mereka menolak penutupan jalur alternatif Malang–Blitar dan menuntut akses dibuka tanpa pembatasan.

Agustus 1, 2026 - 17:00
Didemo, Penutupan Akses Puncak Jembatan Lahor Malang Tak Sampai 13 Jam

MALANG - Aksi damai menolak penutupan akses yang melewati puncak jembatan jalan inspeksi Bendungan Lahor Karangkates Kabupaten Malang dilakukan ratusan massa, Sabtu (1/8/2026). 

Tampak di simpang akses menuju Bendungan Lahor dalam penjagaan aparat kepolisian sejak pagi. Pagar besi dengan tulisan banner larangan dipasang, sehingga tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Namun, penutupan akses jalan tersebut tak bertahan lama atau kurang dari 13 jam. Sekira pukul 13.29 WIB, penutup akses ke Lahor dibuka paksa puluhan warga peserta aksi.

Dibukanya pagar penutup akses ini, lantaran perwakilan massa aksi tidak puas dengan hasil mediasi yang dilakukan sebelumnya, di Kantor Pengelola Bendungan, yang berada di dalam kawasan Bendungan Sutami.

Selama mediasi yang berlangsung dalam penjagaan aparat dengan pihak pengelola Bendungan Lahor, perwakilan massa tidak mau menerima banyak penjelasan. Sebaliknya, mereka hanya meminta kepastian akses jalan melawati puncak jembatan Lahor kembali dibuka untuk umum tanpa ada pembatasan kendaraan.

"Ini tadi kita sudah menunggu keputusan, diminta 15 menit lalu lebih dari 30 jam. Saat pertemuan, ternyata kami hanya diceramahi. Kami tidak butuh itu, warga ingin tidak ada penutupan," kata Hadi Wiyono alias Pak Dur, mewakili warga usai mediasi aksi damai," kata Dur, Sabtu (1/8/2028) sore.

Ratusan massa aksi yang sejak beberapa waktu sebelumnya menunggu dan menduduki depan portal akses ke jembatan Lahor, lalu bersama-sama merangsek mendekat portal yang sebelum dijaga petugas.

Setelah itu, portal sepenuhnya terbuka dan banyak kendaraan roda empat  dipersilahkan massa aksi untuk melintas.

Rencana aksi damai ini sebelumnya juga disampaikan terbuka melalui media sosial, oleh massa yang mengatasnamakan warga dari Malang dan Kabupaten Blitar. 

Akses jambatan di atas Bendungan Lahor ini sebelumnya menjadi jalur alternatif yang dilewati pengendar! dari dua arah kedua daerah tersebut. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow