Dewan Pendidikan Majalengka Pacu Mutu Pendidikan, Ratusan Kepsek, PKBM, dan Komite Sekolah Turun Bersama

Dewan Pendidikan Majalengka tingkatkan kapasitas 500 kepsek, komite & PKBM. Target dongkrak RLS 7,82 & IPM. Wabup: Pastikan tak ada anak Majalengka putus sekolah.

Juni 30, 2026 - 12:22
Dewan Pendidikan Majalengka Pacu Mutu Pendidikan, Ratusan Kepsek, PKBM, dan Komite Sekolah Turun Bersama
MAJALENGKA -

Langkah strategis untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia terus digencarkan di Kabupaten Majalengka. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka menggelar sosialisasi dan peningkatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan pendidikan, Selasa (30/6/2026), di Aula Islamic Center.

Sebanyak 500 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, serta ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir dalam forum tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan peran dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan secara menyeluruh.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka, Drs. H. Iman Pramudya Sebagian, MM, menegaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk mendorong peningkatan indikator pendidikan daerah, termasuk rata-rata lama sekolah (RLS), angka harapan sekolah, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Rata-rata lama sekolah Majalengka saat ini berada di angka 7,82. Untuk ukuran Jawa Barat sudah cukup baik, namun Bupati menginginkan capaian ini terus ditingkatkan. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin besar peluang mereka terserap di dunia kerja," ujarnya.

Ia menjelaskan, Dewan Pendidikan memiliki fungsi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memberikan masukan dan rekomendasi kebijakan. Usai kegiatan ini, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi serta mengidentifikasi berbagai persoalan pendidikan, termasuk terkait sarana dan prasarana.

"Kami akan melakukan monitoring, baik dengan pemberitahuan maupun tanpa pemberitahuan. Setiap temuan yang dianggap penting akan langsung dilaporkan kepada Bupati dan Wakil Bupati untuk segera ditindaklanjuti," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut diperkenalkan jajaran pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka, dengan H. Iman Pramudya sebagai ketua, didampingi Wakil Ketua H. Nana Sujana, Sekretaris H. Dartum, Bendahara Rd. Hendrian Suryanatanagara, serta anggota lainnya dari berbagai latar belakang profesional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Rd. H. Umar Ma’ruf, menilai komposisi Dewan Pendidikan saat ini diisi oleh figur-figur yang kompeten dan memiliki kapasitas kuat dalam mengawal kemajuan pendidikan daerah.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu faktor utama dalam peningkatan IPM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka RLS Majalengka mengalami peningkatan dari 7,53 menjadi 7,81 pada 2025, yang menunjukkan adanya perbaikan akses pendidikan.

"Peningkatan ini tidak lepas dari upaya memastikan seluruh anak dapat mengakses pendidikan melalui sistem penerimaan murid baru. Kami berharap data resmi penerimaan siswa tahun ajaran baru dapat segera terekap dalam Dapodik pada awal Juli," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Dewan Pendidikan yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah.

Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramdhan, menegaskan bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Bersama Bupati, pihaknya berkomitmen menghadirkan berbagai program pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas.

"Mari kita bersama-sama, mulai dari kepala sekolah, komite, hingga seluruh pemangku kebijakan, untuk memastikan tidak ada lagi anak di Majalengka yang tidak mendapatkan pendidikan," pesannya.

Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, baik melalui sekolah formal maupun PKBM, sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam bingkai kolaborasi, kegiatan ini menjadi penanda bahwa peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat. Dari ruang aula hingga ke pelosok desa, upaya membangun masa depan pendidikan Majalengka terus bergerak pelan, namun pasti. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow