Pria yang Jatuh Saat Balap Liar di Bondowoso Hanya Korban Bukan Peserta Balapan
Pria yang terjatuh dalam rekaman video viral kecelakaan yang terjadi saat aksi balap liar di Jalan PB Sudirman, Kecamatan Bondowoso, Sabtu (27/6/2026) malam, merupakan korban tabrak lari.
BONDOWOSO - Fakta baru terungkap di balik video viral kecelakaan yang terjadi saat aksi balap liar di Jalan PB Sudirman, Kecamatan Bondowoso, Sabtu (27/6/2026) malam. Pria yang terjatuh dalam rekaman tersebut ternyata bukan peserta balap liar, melainkan pengendara yang menjadi korban tabrak lari.
Korban diketahui bernama Muhammad Nur Husen, warga Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso. Akibat ditabrak sepeda motor yang diduga tengah mengikuti balap liar, Husen mengalami dislokasi tulang pada tangan kiri serta luka di sejumlah bagian tubuh.
Video kecelakaan yang beredar luas di media sosial sempat membuat banyak orang mengira Husen merupakan salah satu remaja yang ikut beradu kecepatan. Anggapan tersebut memicu berbagai komentar negatif yang justru menyudutkan korban.
Saat ditemui, kondisi Husen masih belum pulih. Pinggul, kaki kanan, dan tangan kirinya masih dibalut perban. Keluarganya mengaku kecewa karena korban menjadi sasaran komentar pedas warganet.
"Saudara saya tidak terima. Di Facebook ada komentar yang bahkan mendoakan saya mati. Padahal saya kan tidak ikut balapan," ujar Husen sambil menunjukkan video yang memperlihatkan dirinya melaju pelan sebelum ditabrak dari belakang.
Husen menceritakan, malam itu ia keluar rumah untuk membeli nasi bebek karena sang istri sedang mengidam makanan tersebut. Ia berangkat menggunakan sepeda motor Honda Scoopy miliknya.
Tanpa mengetahui kondisi di lokasi, Husen melintasi Jalan PB Sudirman yang saat itu ternyata dijadikan arena balap liar. Ia mengaku baru kembali ke Bondowoso setelah cukup lama merantau dan bekerja di Kalimantan Selatan sehingga tidak mengetahui kebiasaan tersebut.
"Saya pikir anak-anak yang ramai di pinggir jalan itu karena biasanya ada yang buka warkop (warung kopi) keliling pakai sepeda motor. Biasanya kan nongkrong begitu," jelasnya.
Karena mengira situasi masih normal, Husen tetap berkendara dengan santai. Beberapa saat kemudian, sebuah sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang langsung menghantam kendaraannya.
Benturan keras membuat Husen terjatuh ke aspal. Meski dalam kondisi kesakitan, ia berusaha menyelamatkan diri ke tepi jalan karena khawatir masih ada kendaraan lain yang melaju kencang.
"Saya menelepon saudara dulu. Awalnya begitu jatuh, kepala saya terbentur aspal dua kali. Karena takut ada motor lain lagi dari belakang, saya langsung lari ke pinggir," tuturnya.
Usai kejadian, anggota kepolisian sempat datang dan menawarkan untuk membawa Husen ke RS Bhayangkara. Namun, ia memilih menunggu keluarganya datang. Meski demikian, akhirnya korban tetap mendapatkan penanganan medis di rumah sakit tersebut.
Selain mengalami cedera, sepeda motor Honda Scoopy milik Husen juga mengalami kerusakan parah. Spidometer pecah, bodi kendaraan bengkok ke kiri, dan knalpot rusak akibat benturan.
Hingga kini, keluarga masih berupaya mencari identitas pelaku balap liar yang melarikan diri setelah menabrak korban. Mereka berharap pelaku memiliki iktikad baik dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Husen juga meminta aparat penegak hukum mengambil langkah tegas terhadap aksi balap liar yang selama ini meresahkan masyarakat dan membahayakan pengguna jalan.
Sebelumnya, warga Bondowoso berulang kali mengeluhkan maraknya balap liar di Jalan PB Sudirman. Rekaman kecelakaan yang viral di media sosial sempat memancing beragam komentar karena banyak warganet mengira korban merupakan peserta balapan.
Fakta yang terungkap kemudian menunjukkan bahwa Husen justru menjadi korban pengendara balap liar yang melaju tanpa mengindahkan keselamatan pengguna jalan lainnya.(*)
Apa Reaksi Anda?