Dari Sawah untuk Kemajuan Desa, Mahasiswa KSM-T UNISMA 2026 Hadirkan Alat Tebar Pupuk Inovasi Alat Tebar Pupuk

Upaya meningkatkan efisiensi kerja petani dilakukan oleh mahasiswa KSM-T 2026 kelompok 21 dari UNISMA melalui program sosialisasi dan demonstrasi alat bantu tebar pupuk sederhana di Desa Sukolilo

Februari 28, 2026 - 14:30
Dari Sawah untuk Kemajuan Desa, Mahasiswa KSM-T UNISMA 2026 Hadirkan Alat Tebar Pupuk Inovasi Alat Tebar Pupuk

MALANG Upaya meningkatkan efisiensi kerja petani dilakukan oleh mahasiswa KSM-T 2026 kelompok 21 dari UNISMA melalui program sosialisasi dan demonstrasi alat bantu tebar pupuk sederhana di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) mulai jam 14.30 WIB di area persawahan warga.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa dalam menjawab kebutuhan rill masyarakat, khususnya di sektor pertanian. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama petani setempat, Sebagian besar proses pemupukan masih dilakukan secara manual menggunakan tangan, yang dinilai kurang efektif dan memerlukan tenaga ekstra.

Selain itu, keterbatasan tenaga kerja pertanian di Desa Sukolilo menjadi tantangan tersendiri. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan langsung oleh masyarakat.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

Alat bantu tebar pupuk yang dirancang mahasiwa ini menggunakan bahan yang mudah diperoleh dengan biaya pembuatan relatif terjangkau. Desainnya ringan, praktis, serta mampu membantu penyebaran pupuk agar lebih merata dilahan pertanian.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan langsung di area persawahan warga agar para petani dapat melihat dan mempraktikkan penggunaan alat secara nyata. Mahasiswa memaparkan pentingnya pemupukan yang merata untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang optimal, sekaligus menjelaskan cara penggunaan dan perawatan alat.

Sesi demonstrasi menjadi momen yang paling menarik perhatian. Para petani diberi kesempatan mencoba langsung alat tersebut dilahan sawah. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai efektivitas, daya tahan, serta potensi produksi mandiri oleh warga.

Salah satu petani, Bapak Faris, mengapresiasi program tersebut. “ Menurut saya, program ini sangat membantu petani. Alatnya sederhana, tetapi manfaatnya besar.  Penebar pupuk jadi lebih merata dan pekerjaan terasa lebih ringan,” Ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Fatur Rahman yang menilai inovasi dengan kondisi pertanian saat ini. “ kami memang kekurangan tenaga kerja. Kalau ada alat seperti ini, tentu sangat membantu untuk mengurangi beban dan mempercepat pekerjaan,” Jelasnya.

Sementara itu, Bapak Soid mengaskan bahwa inovasi ini relevan dengan kondisi pertanian saat ini.” Kami memang kekurangan tenaga kerja. Kalau ada alat seperti ini, tentu sangat membantu untuk mengurangi beban dan mempercepat perkerjaan,” jelasnya.

Melalui program ini, mahasiswa KSM-T UNISMA menunjukan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis kebutuhan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan petani diharapkan mampu menciptakan pertanian desa yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi lanjut serta foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan komitmen keberlanjutan program. Mahasiswa berharap inovasi alat tebar pupuk sederhana ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Sukolilo guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/

*)Pewarta: Mahasiswa KSM-T Kelompok 21 Universitas Islam Malang (UNISMA)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow