DanYon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Datangi Madrasah di Kota Tasikmalaya, Ada Apa?

Kegiatan Brimob di MAN 1 Kota Tasikmalaya menanamkan disiplin, akhlak mulia, dan anti-bullying, sekaligus mendekatkan polisi dengan siswa sebagai mitra pembinaan generasi muda.

Juli 27, 2026 - 13:31
DanYon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar Datangi Madrasah di Kota Tasikmalaya, Ada Apa?

TASIKMALAYA - Lapangan Upacara  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Tasikmalaya dipenuhi sekitar 1.300 peserta upacara pada Senin (27/7/2026).

 Namun, upacara bendera pekan itu berbeda dari biasanya. Di hadapan ratusan guru dan ribuan siswa, Komandan Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Kompol Ajang Suhendar, S.E., M.M., berdiri sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan pesan yang jauh melampaui seremoni rutin setiap awal pekan.

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana lapangan sekolah tampak lebih semarak. Kehadiran personel Brimob menjadi perhatian para siswa. 

Tidak sedikit di antara mereka yang memanfaatkan kesempatan itu untuk mengenal lebih dekat satuan elite Kepolisian Republik Indonesia yang selama ini lebih sering mereka lihat dalam pemberitaan.

Program menyapa siswa madrasah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara institusi kepolisian dengan lingkungan pendidikan. 

Melalui momentum upacara, pesan mengenai pembentukan karakter, kedisiplinan, toleransi, hingga pencegahan perundungan disampaikan secara langsung kepada generasi muda.

Dalam amanatnya, Kompol Ajang Suhendar terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Kepala MAN 1 Kota Tasikmalaya beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk menjadi pemimpin upacara.

Ia mengatakan, keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh kecerdasan maupun bakat. Menurutnya, faktor yang paling membedakan seseorang dalam meraih masa depan adalah kedisiplinan.

"Kedisiplinan merupakan pondasi utama. Orang yang disiplin akan mampu menghargai waktu, menaati aturan, menyelesaikan tanggung jawab, dan berani mempertanggungjawabkan setiap keputusan yang diambil," ujarnya di hadapan ribuan peserta upacara, Senin (27/7/2026).

Menurut Ajang, nilai disiplin menjadi prinsip utama dalam kehidupan anggota Brimob. Disiplin bukan sekadar aturan organisasi, melainkan fondasi dalam membangun karakter, tanggung jawab, loyalitas, hingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Ia kemudian mengajak seluruh siswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun akhlak yang baik sehingga mampu menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Di hadapan para pelajar madrasah, Ajang menegaskan bahwa nilai-nilai agama tidak cukup dipahami sebagai materi pelajaran semata, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. 

Menurutnya, setiap siswa harus mampu menjadi pribadi yang menghadirkan kedamaian, menjaga persaudaraan, serta mengamalkan nilai Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam berbagai kebiasaan sederhana yang menurutnya memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter. 

Mulai dari menghormati guru, menyayangi teman, menjaga tutur kata, saling membantu, hingga membiasakan mengingatkan dalam kebaikan atau amar ma'ruf nahi munkar dengan cara yang santun dan bijaksana.

Selain berbicara mengenai disiplin dan akhlak, Komandan Yon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Barat juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada tindakan kekerasan, intimidasi, maupun pengucilan terhadap siswa hanya karena adanya perbedaan latar belakang, kemampuan, ataupun kondisi sosial.

Menurutnya, keberagaman merupakan kenyataan yang harus diterima dengan sikap saling menghormati dan toleransi.

Ajang juga mengingatkan para siswa agar tidak pernah menganggap perundungan sebagai candaan biasa. Sebab, ucapan ataupun tindakan yang terlihat sepele dapat meninggalkan luka psikologis dan trauma yang panjang bagi korban.

Sebaliknya, ia mendorong para siswa untuk memiliki keberanian mengingatkan teman yang berbuat keliru dengan cara yang baik serta membantu mereka yang sedang mengalami kesulitan sebagai wujud kepedulian sosial.

Ajang menyampaikan juga bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak hanya diukur dari nilai rapor ataupun prestasi akademik. Lebih dari itu, masyarakat akan menilai seseorang dari kedisiplinan, kesantunan, kemampuan menghormati orang lain, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menutup pidatonya dengan mengajak seluruh siswa MAN 1 Kota Tasikmalaya membiasakan hidup disiplin, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, menjauhi segala bentuk bullying, serta menjadi pelajar yang memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Kepala MAN 1 Kota Tasikmalaya, H. Hasan Sanusi, S.Ag., M.Ag., menyambut positif kehadiran Brimob di lingkungan madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai tugas kepolisian.

"Kami sangat mengapresiasi Brimob yang hadir menyapa dan bersilaturahmi dengan madrasah. Madrasah adalah tempat membentuk akhlakul karimah sekaligus kedisiplinan. Apa yang disampaikan Komandan Batalyon sangat selaras dengan pendidikan karakter yang selama ini kami bangun," katanya kepada TIMES Indonesia usai pelaksanaan upacara.

Hasan mengatakan, pesan mengenai disiplin sebagai awal dari kesuksesan menjadi referensi penting bagi peserta didik. Ia berharap para siswa memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui kebiasaan disiplin yang terus dilatih sejak bangku sekolah.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga mengubah perspektif sebagian siswa mengenai Brimob.

"Selama ini mungkin mereka mengenal Brimob hanya sebagai pasukan yang turun ketika terjadi kerusuhan atau kondisi dengan eskalasi tinggi. Padahal Brimob juga hadir sebagai pengayom masyarakat dan memiliki peran dalam pembinaan generasi muda," ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat setelah upacara selesai. Banyak di antara mereka mendekati personel Brimob untuk berdialog dan mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari tugas-tugas Brimob hingga persyaratan untuk bergabung menjadi anggota Korps Brigade Mobil Polri.

"Terlihat tadi siswa-siswi madrasah sangat antusias. Mereka banyak bertanya, termasuk mengenai tata cara masuk menjadi anggota Brimob," kata Hasan.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Jawa Barat, Asep Rizal Asyari, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurut Asep, kehadiran Brimob di madrasah merupakan bentuk kolaborasi positif antara dunia pendidikan dengan aparat penegak hukum dalam membangun karakter peserta didik.

Ia menyebut program tersebut menjadi salah satu agenda yang didorong PGM Jawa Barat setelah sebelumnya menghadirkan program Polwan Masuk Madrasah.

"Kami mengapresiasi Brimob yang menyapa madrasah. Ini menjadi langkah strategis memperkuat pendidikan karakter sekaligus memperkenalkan peran kepolisian secara lebih dekat kepada peserta didik," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, madrasah tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi tempat bertemunya nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan pembinaan karakter.

"Kehadiran Brimob di tengah lingkungan pendidikan menjadi pesan bahwa membangun generasi berkualitas merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya sekolah dan keluarga, tetapi juga seluruh elemen bangsa."pungkas Asep. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow