Danpussenif TNI AD Dorong Masjid Agung Bandung Jadi Pusat Keteladanan Umat

Danpussenif TNI AD Letjen Iwan menilai Masjid Agung Bandung bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan identitas Kota Bandung.

April 10, 2026 - 21:30
Danpussenif TNI AD Dorong Masjid Agung Bandung Jadi Pusat Keteladanan Umat

BANDUNG - Masjid Agung Bandung kembali mendapat perhatian sebagai ruang strategis dalam membangun nilai spiritual sekaligus memperkuat keteladanan sosial di tengah masyarakat.

Hal ini mengemuka usai pelaksanaan salat Jumat yang dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif) TNI AD, Letjen TNI Iwan Setiawan, SE, MM.

Letjen Iwan menilai Masjid Agung Bandung bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan identitas Kota Bandung. Ia mengaku merasakan pengalaman spiritual yang mendalam saat melaksanakan ibadah di masjid tersebut.

“Saya merasakan suasana yang tenang, khusyuk, sekaligus membawa nostalgia. Masjid ini punya nilai historis dan spiritual yang kuat,” ujar Iwan usai kegiatan, Jumat (10/4/2026)

Ia juga mengapresiasi sambutan pengurus masjid, termasuk Ketua Nadzir, yang dinilai mencerminkan semangat keterbukaan dan keramahan dalam melayani jamaah.

Menurutnya, suasana tersebut menjadi modal penting untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Lebih jauh, Iwan mengajak masyarakat, baik warga Bandung maupun pendatang, untuk kembali memakmurkan Masjid Agung Bandung sebagai ruang ibadah sekaligus pusat pembinaan moral.

Ia menekankan bahwa keberadaan masjid harus memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial dan spiritual masyarakat. “Masjid ini harus hidup. Bukan hanya ramai saat ibadah, tapi juga menjadi sumber keberkahan bagi umat,” katanya.

Dalam konteks yang lebih luas, Iwan menyoroti pentingnya keteladanan para tokoh dalam membangun generasi muda.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter generasi muda.

Menurut dia, para pemimpin harus mampu menunjukkan sikap kompak dan saling mendukung, bukan justru memperlihatkan perpecahan.

“Tokoh-tokoh harus duduk bersama, sejalan, dan saling menghormati. Ini penting agar generasi muda memiliki panutan yang jelas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Nadzir Masjid Agung Bandung, Roedy Wiranatakusumah, SH, MH, MBA menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang inklusif dan berdaya.

Ia menyebut, Masjid Agung Bandung tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang interaksi yang mendorong penguatan nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Keterlibatan berbagai pihak, menurutnya, menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan peran tersebut. “Kami ingin masjid ini menjadi ruang bersama, yang menghadirkan ketenangan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan,” ujar Roedy.

Dengan sinergi tokoh militer, ulama dan pengelola, Masjid Agung Bandung diharapkan mampu memainkan peran lebih luas dalam membangun karakter masyarakat. Tak hanya sebagai simbol religius, tetapi juga sebagai pusat keteladanan yang relevan dengan tantangan zaman.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah besar untuk memperkuat fondasi moral dan spiritual masyarakat, sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan perkotaan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow