Commuter Line Supas Kembali 'Hidupkan' Probolinggo-Surabaya

Sejak 1 Maret 2026, Commuter Line Supas resmi melayani masyarakat dengan empat kali perjalanan pulang-pergi (PP) setiap harinya. Dua perjalanan diberangkatkan dari Probolinggo pada pagi dan malam hari

Maret 2, 2026 - 10:30
Commuter Line Supas Kembali 'Hidupkan' Probolinggo-Surabaya

PROBOLINGGO Suasana yang berbeda tampak Stasiun Probolinggo, Minggu (1/3/2026) malam. Ratusan warga dan para pejabat daerah tampak memadati peron, menyaksikan momen bersejarah yang telah dinanti selama dua dekade yakni peluncuran Commuter Line Supas (Surabaya-Pasuruan-Probolinggo). Kehadiran moda transportasi ini tak hanya memangkas jarak, tetapi juga membangkitkan denyut nadi perkeretaapian di Kota Probolinggo.

Direktur Operasional  dan Pemasaran PT KCI Heri Siswanto dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa operasional Commuter Line Supas ini merupakan kolaborasi antara Pemkot Probolinggo dan PT KCI.

Perjalanan panjang untuk mewujudkannya melibatkan kolaborasi intensif antara pemerintah kota, KAI, dan Kementerian Perhubungan. Kereta yang semula hanya beroperasi hingga Stasiun Pasuruan ini akhirnya diperpanjang lintasannya hingga ke Kota Probolinggo.

Sejak 1 Maret 2026, Commuter Line Supas resmi melayani masyarakat dengan empat kali perjalanan pulang-pergi (PP) setiap harinya. Dua perjalanan diberangkatkan dari Probolinggo pada pagi dan malam hari, sementara dua lainnya dari Surabaya pada pagi dan sore. 

Tiket dapat dipesan melalui aplikasi akses KAI Access, dan untuk memastikan kenyamanan, pihak KAI telah menyiapkan petugas di atas kereta maupun di stasiun, mulai dari keamanan hingga kebersihan.

Wali-Kota-Probolinggo-dokter-Aminuddin-a.jpg

Walikota Probolinggo yang turut hadir dalam peluncuran tersebut tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia bahkan sempat bergurau khawatir kereta akan kosong di hari pertama, namun informasi yang diterimanya menunjukkan sebaliknya.

Ratusan masyarakat, sekitar 400 hingga 500 orang, disebut telah mengantre untuk merasakan pengalaman naik kereta yang sudah lebih dari 20 tahun absen di kota mereka. 

"Ini bukan main, hampir 20 tahun kita tidak naik kereta api dari sini. Sekarang kemajuannya luar biasa," ujarnya penuh semangat.

Pihaknya menekankan bahwa operasional kereta ini bukan sekadar proyek transportasi semata, melainkan instrumen penting untuk menggerakkan roda ekonomi dan pariwisata. 

Dengan konektivitas yang lebih baik, warga Probolinggo dapat bekerja di Surabaya dan pulang di hari yang sama, begitu pula sebaliknya. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Kota Probolinggo, yang baru saja meraih penghargaan Adipura.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Commuter yang hadir secara daring menyebutkan besarnya subsidi yang digelontorkan pemerintah untuk layanan ini. Diperkirakan, dalam sehari nilai subsidi mencapai sekitar Rp50 juta. 

Ia berharap, dengan tingginya antusiasme, jumlah gerbong yang saat ini beroperasi dapat segera ditambah di masa mendatang. Tak hanya itu, sinyal positif juga datang dari pihak KAI Daop 9 yang berencana merenovasi Stasiun Probolinggo agar lebih representatif, menyesuaikan dengan perkembangan layanan di Surabaya.

Di tengah sambutan yang hangat, Walikota berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas yang telah diberikan, terutama soal kebersihan. 

Semangat menjaga kota yang telah berhasil meraih Adipura diharapkan juga tercermin dalam penggunaan transportasi umum ini. 

Malam itu, klakson Commuter Line Supas berbunyi, menandai dimulainya babak baru konektivitas dan kebangkitan ekonomi di wilayah timur Jawa Timur. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow