Campak di Bantul Capai 60 Kasus, Dinkes Genjot Imunisasi MR
Kasus campak di Bantul capai 60 hingga akhir April 2026. Dinkes menggencarkan imunisasi rutin dan imunisasi kejar MR dengan capaian 93% untuk menekan penyebaran penyakit.
BANTUL - Kasus penyakit campak di Kabupaten Bantul sepanjang 2026 hingga akhir April tercatat mencapai 60 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Samsu Aryanto, merinci, kasus terbanyak ditemukan di Kapanewon Banguntapan dengan 20 kasus, disusul Sewon 8 kasus, Kasihan dan Pandak masing-masing 5 kasus, serta Pleret 4 kasus.
Sementara itu, Dlingo, Imogiri, dan Pajangan masing-masing mencatat 3 kasus, Jetis 2 kasus, serta Piyungan, Sanden, Sedayu, Srandakan, dan Kretek masing-masing 1 kasus. Adapun wilayah Bantul kota tercatat 2 kasus, sedangkan Pundong dan Bambanglipuro nihil kasus.
“Total ada 60 kasus campak di Bantul hingga akhir April 2026,” ujar Samsu, Selasa (5/5)2026)
Sebagai langkah pengendalian, Dinas Kesehatan Bantul terus menggencarkan program imunisasi, termasuk imunisasi rutin dan imunisasi kejar Measles Rubella (MR). Hingga saat ini, capaian imunisasi kejar MR di Bantul telah mencapai 93 persen.
Upaya yang dilakukan antara lain pemberian imunisasi pada bayi usia 9 bulan, balita usia 18 bulan, serta anak sekolah saat duduk di kelas 1 SD.
Selain itu, imunisasi kejar MR juga menyasar anak usia 9 bulan hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi, serta diberikan kepada dokter dan dokter gigi program internship.
“Imunisasi menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran campak, sehingga kami terus mendorong capaian imunisasi agar semakin optimal,” jelasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?