Bupati Rusli Sibua Pimpin Upacara Harganas ke-33: Keluarga Jadi Benteng Hadapi Era VUCA
Pemkab Pulau Morotai gelar Upacara Harganas Ke-33. Bupati Rusli Sibua: Keluarga harus tangguh hadapi era digital. Jadikan rumah benteng cegah patologi sosial, siapkan SDM unggul 2045.
MOROTAI -
MOROTAI– Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas Ke-33 Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Upacara Kantor Pemerintahan Terpadu, Jalan Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Senin (29/6/2026).
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati Pulau Morotai Rusli Sibua. Sementara komandan upacara dipercayakan kepada Penyuluh Keluarga Berencana, Muklis Komendong. Upacara diikuti seluruh pejabat dan staf di lingkungan pemerintahan terpadu Kabupaten Pulau Morotai.
Dalam amanat Kepala BKKBN Dr. Wihaji, M.Pd yang dibacakan Bupati Rusli, Harganas ke-33 disebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen refleksi nasional tentang peran keluarga.
"Hari ini bukan sekadar baris tanggal untuk seremonial, melainkan sebuah jeda kultural dan refleksi nasional. Sudahkah keluarga kita menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang?" demikian kutipan amanat tersebut.
Bupati Rusli menegaskan, keluarga saat ini dihadapkan pada tantangan Era VUCA. Volatilitas, ketidakpastian, kerumitan, dan kebingungan arah.(Volatility Uncertainty Complexity Ambiguity).
"Disrupsi teknologi digital dan pergeseran nilai sosial masuk tanpa permisi ke ruang keluarga melalui gawai di genggaman anak-anak kita. Jika institusi keluarga rapuh, arus zaman ini akan dengan mudah menggilas masa depan mereka," tegasnya.
Karena itu, ia menyebut ketangguhan keluarga bukan pilihan, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional. Hal ini berkorelasi langsung dengan kesiapan Indonesia menghadapi Bonus Demografi.
"Ini peluang yang bisa melesatkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun bisa jadi bencana demografi jika ledakan usia produktif ini tidak berkualitas," ujar Rusli.
Amanat BKKBN juga menyoroti kekosongan pengasuhan yang sering digantikan gawai. Orang tua diminta membatasi screen time anak dan mengutamakan dialog di rumah.
"Jangan biarkan meja makan sunyi karena semua sibuk menatap layar. Wahai para Ayah, letakkan gawai Anda di rumah, peluk anak-anakmu, ajak mereka berdialog," imbau Rusli membacakan amanat.
Kelalaian pengasuhan disebut menjadi pemicu patologi sosial seperti tawuran pelajar, bullying, pergaulan bebas, hingga narkoba.
"Tangkal semua ancaman ini dari dalam rumah kita sendiri. Benteng pertahanan terbaik adalah ketahanan keluarga. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan dirindukan," lanjutnya.
Di akhir amanat, BKKBN mengajak seluruh elemen merapatkan barisan membangun keluarga sehat, cerdas, dan berkarakter mulia agar Indonesia siap memetik Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Harganas 2026 mengusung tema “Cintai Keluarga dengan Cinta yang Terencana untuk Membentuk Keluarga Berkualitas, Indonesia Kuat, SDM Unggul, dan Bangsa Pemenang”.(*)
Apa Reaksi Anda?