Bupati Majalengka: Lebaran Anak Yatim, Komitmen Sosial Keagamaan Majalengka 'Langkung SAE'
Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak yatim.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka) dalam membangun kehidupan sosial dan keagamaan kembali ditegaskan melalui momentum Lebaran Anak Yatim yang digelar pada Kamis (25/6/2026) di UD TS Toserba.
Kegiatan yang diinisiasi oleh BAZNAS Majalengka ini mengusung tema 'Saatnya Berbagi Kebahagiaan dan Menjadi Bagian Senyum Mereka'.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian besar visi Bupati Majalengka, H Eman Suherman, dalam mewujudkan Majalengka 'Langkung SAE', khususnya pada misi pembangunan sosial keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Eman Suherman menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak yatim.
"Ini adalah cita-cita besar kami dalam mewujudkan misi pertama, yakni membangun kehidupan sosial keagamaan di Majalengka agar semakin 'Langkung SAE'. Kami ingin memastikan nilai kepedulian sosial tumbuh kuat di tengah masyarakat," ujar Eman.
Lebaran Anak Yatim ini juga menjadi penguatan dari berbagai program sosial yang telah berjalan, seperti kegiatan Gema Insan yang rutin digelar setiap tanggal 11 Februari dalam rangkaian Hari Jadi Majalengka. Program tersebut mendorong para muzaki untuk berbagi kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
Selain itu, Pemkab Majalengka terus menjalankan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) bekerja sama dengan BAZNAS, serta program pendidikan bagi anak yatim dan keluarga tidak mampu.
"Tercatat sebanyak 343 anak telah difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana, dengan 70 di antaranya sudah aktif menempuh pendidikan," katanya.
Di bidang keagamaan, berbagai kegiatan seperti Sholat Dhuha berjamaah dan Subuh Akbar turut menjadi implementasi nyata dari misi sosial keagamaan tersebut, sebagai upaya membangun masyarakat yang religius dan berdaya.
Momentum Lebaran Anak Yatim yang juga diperingati setiap 10 Muharram memiliki makna spiritual mendalam. Pemerintah Kabupaten Majalengka menjadikannya sebagai momen untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
"Kami ingin benar-benar membahagiakan mereka. Anak yatim adalah amanah yang harus diperhatikan, baik secara sosial maupun keagamaan," kata Eman.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini murni dilandasi nilai kemanusiaan dan keagamaan, tanpa kepentingan politik. Lebih dari itu, ia berharap doa dari anak-anak yatim dapat membawa keberkahan bagi masyarakat Majalengka.
"Saya tidak ada kepentingan politik. Yang ada adalah keinginan untuk membahagiakan mereka dan memohon doa. Kami berharap Majalengka menjadi daerah yang sarehat, masyarakatnya diberi kelapangan rezeki dan kemudahan dalam segala urusan," ungkapnya.
Sebanyak 424 anak yatim dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Pemerintah optimis, doa tulus dari anak-anak yatim akan menjadi kekuatan spiritual yang membawa kebaikan bagi daerah.
Dengan berbagai program yang terus berjalan, Pemkab Majalengka menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan spiritual masyarakat secara menyeluruh.
Momentum Lebaran Anak Yatim pun diharapkan menjadi simbol kuat dari hadirnya pemerintah sebagai pelindung dan pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. (*)
Apa Reaksi Anda?