Bupati Jember Ajak Mahasiswa Beri Kritik dan Ide Segar untuk Pembangunan Daerah

Bupati Jember Muhammad Fawait bertemu organisasi kepemudaan dan BEM se-Jember, membuka ruang kritik mahasiswa untuk mengawal pembangunan serta menekan kemiskinan hingga 2029.

Maret 8, 2026 - 11:30
Bupati Jember Ajak Mahasiswa Beri Kritik dan Ide Segar untuk Pembangunan Daerah

JEMBER Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan pertemuan silaturahmi dengan berbagai organisasi kepemudaan dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Jember.

Dalam forum tersebut, bupati menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam memberikan masukan objektif dan solusi kreatif bagi pembangunan daerah.

Ia menyampaikan bahwa dirinya sengaja membuka ruang dialog ini agar tidak terjebak dalam "laporan asal bapak senang" dari jajaran birokrasi.

"Saya butuh ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa yang cara berpikirnya biasanya out of the box. Jangan sampai saya cuma dapat laporan yang baik-baik saja dari jajaran OPD, sementara di bawah ada kejadian yang tidak saya ketahui," tegas Fawait. Minggu (8/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menceritakan latar belakangnya sebagai mantan aktivis yang akhirnya terpilih melalui jalur legislatif dengan suara terbanyak untuk kategori DPRD Provinsi se-Indonesia. Namun, ia memilih meninggalkan zona nyaman tersebut demi membenahi tanah kelahirannya.

Selain itu, ia mengungkapkan kondisi Jember saat awal menjabat sangat menantang, di antaranya angka kemiskinan, krisis kesehatan dan masalah stunting.

"Jember tercatat memiliki angka kemiskinan absolut terbanyak kedua di Jawa Timur dan kemiskinan ekstrem (kaum fakir) tertinggi di Jawa Timur dan terdapat utang sektor kesehatan sebesar Rp214 miliar, tiga rumah sakit daerah hampir kolaps, dan cadangan oksigen yang saat itu sangat terbatas," ungkap pria yang akrab disapa Gus Fawait.

"Angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi yang masih tinggi, yang menurutnya berbanding lurus dengan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat," imbuhnya.

Guna mengatasi krisis keuangan, Pemkab Jember melakukan efisiensi besar-besaran terhadap APBD. "Mobil-mobil baru untuk OPD kita batalkan, belanja yang tidak penting dan seminar-seminar kita kurangi demi mengalihkan dana ke pelayanan masyarakat," jelasnya.

Gus Fawait juga menyoroti efektivitas program bantuan seperti Pemberian Makanan Bergizi (MBG) dan Program Indonesia Pintar (PIP). Ia berjanji akan terus memperbaiki sistem penyaluran agar tepat sasaran dan mengajak mahasiswa ikut serta dalam pengawasan. "Kalau ada dapur (penyedia makanan) yang nakal atau memberikan makanan tidak layak, laporkan! Kita sudah mensuspensi tiga dapur yang bermasalah," bebernya.

Di akhir pernyataannya, Gus Fawait menegaskan bahwa indikator keberhasilan pemerintahannya hingga tahun 2029 nanti adalah penurunan angka kemiskinan secara signifikan.

"Tujuan kita berbangsa dan bernegara adalah kesejahteraan, dan kesejahteraan itu diukur dari angka kemiskinan. Silakan adik-adik mahasiswa mengkritisi saya dengan ukuran tersebut," ucapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow