Bupati Fawait Ubah Rumah Tak Layak Menjadi Harapan Baru bagi Warga Panti
Semangat gotong royong dan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem terus digencarkan.
JEMBER - Semangat gotong royong dan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem terus digencarkan.
Rabu (15/4/2026), Bupati Jember Muhammad Fawait, turun langsung ke lapangan untuk memastikan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2025 berjalan tepat sasaran.
Fokus kunjungan kerja kali ini menyasar warga di wilayah Kecamatan Panti.
Kedatangan Bupati Fawait ini disambut hangat oleh warga.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah pengawasan langsung orang nomor satu di Jember tersebut untuk memastikan bahwa dana bantuan pemerintah benar-benar berdampak bagi mereka yang paling membutuhkan.
Berdasarkan data terbaru, terdapat enam kepala keluarga di Kecamatan Panti yang ditetapkan sebagai penerima manfaat program RTLH 2025.
Bantuan ini difokuskan pada perbaikan struktur bangunan agar memenuhi standar kelayakan, kesehatan, dan keselamatan.
Di Desa Pakis, bantuan diberikan kepada Suni, Bambang, Sani, dan Unsia.
Sementara di Desa Kemuningsari Lor, bantuan menyasar kediaman Selami dan Shofi Anton.
Puncak agenda peninjauan berlangsung haru di kediaman Ibu Selami, Desa Kemuningsari Lor.
Saat berdialog mengenai kondisi rumahnya yang sedang direnovasi, Fawait menegaskan bahwa hunian layak bukan sekadar kebutuhan fisik, melainkan fondasi bagi masa depan keluarga.
"Rumah adalah tempat bernaung sekaligus tempat membangun karakter anak-anak kita. Jika rumahnya tidak layak, maka akan berpengaruh pada kesehatan dan produktivitas penghuninya. Oleh karena itu, program RTLH ini menjadi salah satu prioritas utama dalam visi pembangunan kita ke depan," ujar Fawait di hadapan warga setempat.
Fawait menekankan bahwa proses perbaikan rumah para penerima manfaat akan diawasi secara ketat.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kualitas bangunan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan budaya gotong royong dalam proses pengerjaan.
"Saya minta seluruh jajaran terkait, mulai dari perangkat desa hingga dinas teknis, agar terus mengawal. Pastikan kualitas bangunan baik dan pengerjaannya selesai tepat waktu. Jangan sampai ada kendala di lapangan yang menghambat warga untuk segera menempati hunian yang lebih nyaman," tegasnya.
Melalui program RTLH ini, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis bahwa kesenjangan sosial di tingkat perdesaan dapat terus ditekan.
Ke depan, Fawait memastikan program serupa akan terus menyasar desa-desa lain di seluruh pelosok Kabupaten Jember secara bertahap. (*)
Apa Reaksi Anda?