BPBD Jember Kebut Pembentukan 100 Persen Destana Sebelum Akhir September 2026

Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam membangun sistem mitigasi bencana yang berbasis kekuatan masyarakat.

Juli 8, 2026 - 12:31
BPBD Jember Kebut Pembentukan 100 Persen Destana Sebelum Akhir September 2026

JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam membangun sistem mitigasi bencana yang berbasis kekuatan masyarakat. 

Langkah taktis ini ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, di sela-sela agenda pengukuhan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Jember, Rabu (8/7/2026).

Acara strategis ini turut dihadiri dan dikawal langsung oleh Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Ahmad Hadinudin, serta Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur, Bige Agus Wahjuono.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah proaktif yang diinisiasi oleh BPBD Provinsi Jawa Timur.

Kehadiran tim provinsi di Kelurahan Sempusari dinilai memberikan cetak biru (blueprint) yang krusial bagi akselerasi ketangguhan bencana di tingkat lokal.

"Hari ini adalah kegiatan yang diinisiasi oleh BPBD Provinsi Jawa Timur. Beliau berkenan untuk memberikan sebuah contoh bagaimana pembentukan Destana dan Keltana (Keluarga Tangguh Bencana) di kabupaten/kota se-Jawa Timur. Tentu ini saya sambut dengan sangat positif, karena akan menjadi role model (percontohan) yang langsung kita replikasi di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Jember," ujar Edy.

Kabupaten Jember bergerak cepat dalam memetakan serta membentuk benteng pertahanan bencana di akar rumput.

Berdasarkan data terkini, dari total 248 desa dan kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah Jember, mayoritas di antaranya telah berhasil membangun struktur Destana.

Namun, BPBD Jember enggan berpuas diri. Edy memaparkan bahwa masih ada sisa wilayah yang harus segera dituntaskan dalam waktu dekat dengan target yang sangat ketat.

"Total wilayah Jember 248 Desa/Kelurahan dan Destana yang sudah terbentuk 178 wilayah serta sisa target 70 Desa/Kelurahan," bebernya.

Tidak ingin mengulur waktu, Edy memasang target tinggi agar seluruh wilayah Jember sudah berstatus tangguh bencana sebelum memasuki kuartal akhir tahun ini.

"Akhir September nanti, saya targetkan semua desa dan kelurahan di Jember sudah memiliki struktur Destana masing-masing tanpa terkecuali," tambahnya dengan nada tegas.

Bagi BPBD Kabupaten Jember, pembentukan Destana bukan sekadar formalitas pemenuhan dokumen administratif atau pembentukan struktur organisasi di atas kertas.

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memastikan para pengurus di tingkat hilir memiliki kapasitas mental, pengetahuan mitigasi, dan kesadaran penuh saat situasi darurat atau bencana benar-benar terjadi.

Untuk memastikan kualitas tersebut, Edy langsung menginstruksikan jajaran internalnya untuk bergerak masif melakukan asistensi, pelatihan, hingga bimbingan teknis (bimtek) yang mengadopsi standar tinggi provinsi.

"Hari ini saya perintahkan kepada Kabid Kewaspadaan untuk betul-betul memantau agar pola dari provinsi ini diadopsi penuh sebagai standar kita. Mulai dari pola pembentukan, sistem pembinaan, pelaksanaan bimtek, hingga simulasi pelatihannya," urai Edi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow