Borong Medali, Santri PEM Gondanglegi Malang Berjaya di OlimpycAD Makassar
Santri Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi. PEM Gondanglegi Malang Berjaya di Olympiade Ahmad Dahlan/ OlimpycAD Makassar dengan memborong medali emas dan perak dari sejumlah cabang l
MALANG Santri Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi. PEM Gondanglegi Malang Berjaya di Olympiade Ahmad Dahlan/ OlimpycAD Makassar dengan memborong medali emas dan perak dari sejumlah cabang lomba bergengsi.
Mereka adalah Elfahriza (kelas X jurusan Listrik) peraih medali perak Lomba Informatika; Mandala Kurnia A peraih Juara 3 kategori medali emas Lomba Dakwah Digital; serta Miqdad Hanif (kelas X jurusan TKJ) dan Madani (jurusan DKV) peraih Juara 1 kategori medali emas Lomba Business Plan.
Prestasi tertinggi diraih Miqdad Hanif Mutawally (kelas X jurusan TKJ) bersama Madani Alfairuz Sanusi (kelas X jurusan DKV) pada cabang Business Plan. Keduanya sukses merebut Juara 1 kategori medali emas berkat gagasan bisnis inovatif.
Dalam cabang ini, peserta dinilai melalui berbagai aspek, mulai dari inovasi ide, kelayakan usaha, analisis pasar, proyeksi keuangan, dampak sosial, hingga kemampuan komunikasi saat presentasi. Penilaian yang komprehensif tersebut menuntut peserta mampu berpikir kreatif sekaligus realistis.
Tim santri PEM Gondanglegi menghadirkan terobosan bernama AIMu, sebuah konsep kecerdasan buatan yang dirancang sebagai “otak digital” untuk mendukung transformasi digital Muhammadiyah dan masyarakat Indonesia secara mandiri serta terintegrasi dengan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Miqdad menjelaskan ide ini bukan sekadar teknologi tapi juga menjadi perubahan besar pada masyarakat. "Ide AIMu ini berawal dari kegelisahan kami terhadap Revolusi Industri 4.0. Bagi kami, ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan perubahan besar dalam cara hidup. Saat AI sudah menjadi bagian penting dunia hari ini, kami merasa Muhammadiyah harus ikut ambil peran, bukan hanya menjadi penonton. Dari situlah AIMu kami mulai," jelas Miqdad pada TIMES Indonesia.
Dari cabang Dakwah Digital. Mandala Kurnia Arifin, siswa kelas 9 SMP, berhasil meraih juara 3 kategori medali emas melalui karya dakwah kreatif yang memadukan pesan keislaman dengan pendekatan komunikasi digital.
Cabang ini mengangkat tema 'Dakwah Digital Pelajar Muhammadiyah: Kreatif dan Mencerahkan', dengan fokus pada penguatan iman, ilmu, dan akhlak generasi muda menuju Indonesia Emas 2045. Peserta ditantang menyampaikan pesan dakwah melalui video monolog berdurasi 3–7 menit yang dinilai dari substansi pesan, kreativitas penyajian, serta kemampuan komunikasi.
Pada cabang Informatika, Elfakhriza Rasya Hidayat, siswa kelas X Jurusan Listrik, turut menorehkan prestasi dengan meraih medali perak. Di tengah persaingan ketat peserta dari berbagai wilayah, capaian ini menunjukkan kemampuan teknis dan daya saing santri PEM Gondanglegi di bidang teknologi.
Dari raihan tersebut, PEM Gondanglegi berada di peringkat ketiga di Jawa Timur pada ajang OlympicAD 2026.
OlimpycAD VIII yang digelar pada 12–14 Februari 2026 di Universitas Muhammadiyah Makassar Sulawesi Selatan. Ajang bergengsi pada santri Muhammadiyah ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah. OlimpycAD sebagai ruang pengembangan kompetensi pelajar yang tidak hanya menitikberatkan aspek akademik, tetapi juga kreativitas, karakter, dan kepemimpinan generasi muda. (*)
Apa Reaksi Anda?