BMKG: Udara Dingin Mulai Surut, Suhu Malam di NTB Naik Dua Derajat
BMKG mencatat suhu minimum di NTB naik sekitar dua derajat Celsius dalam dua hari terakhir. Melemahnya Angin Monsun Australia membuat udara malam hingga pagi terasa lebih hangat.
MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat perubahan kondisi cuaca di Nusa Tenggara Barat (NTB). Setelah sempat mengalami suhu dingin dalam beberapa pekan terakhir, udara pada malam hingga pagi hari kini mulai terasa lebih hangat.
Kenaikan suhu tersebut terlihat dari suhu minimum rata-rata yang meningkat sekitar dua derajat Celsius dalam dua hari terakhir. BMKG mencatat suhu minimum berada di kisaran 20,5 derajat Celsius, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang sempat menyentuh 18,5 derajat Celsius.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, menjelaskan bahwa perubahan ini dipengaruhi melemahnya Angin Monsun Australia. Berkurangnya pasokan massa udara dingin dari Benua Australia membuat suhu udara di wilayah NTB kembali bergerak menuju kondisi normal.
Angin Monsun Australia bertiup dari arah timur menuju barat, yakni dari Benua Australia bertekanan tinggi menuju Benua Asia yang bertekanan rendah. Angin itu membawa membawa massa udara dingin dan kering ke wilayah NTB.
Jika sebelumnya angin timuran yang cukup kuat membawa massa udara dingin dari Australia yang sedang memasuki musim dingin, maka dua hari terakhir kecepatan angin cenderung melemah membuat pasokan udara dingin dari wilayah Australia juga berkurang.
"Beberapa hari terakhir kecepatan angin cenderung melemah, sehingga pengaruh massa udara dingin dari Australia berkurang," papar Ari.
Lebih lanjut ia mengungkapkan kondisi atmosfer juga terindikasi lebih lembab dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan lebih banyak, walaupun tidak sebanyak saat musim penghujan.
Keberadaan awan dan kelembaban yang meningkat menyebabkan pelepasan panas saat malam hari tidak berlangsung seefektif ketika kondisi langit cerah, sehingga suhu udara menjadi lebih tinggi.
BMKG memperkirakan kondisi suhu udara yang relatif lebih hangat masih berpotensi bertahan dalam beberapa hari ke depan selama Angin Monsun Australia tidak kembali menguat dan kelembapan udara tetap berada pada level yang cukup tinggi.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya pada akhir Mei 2026, suhu udara dingin sempat melanda seluruh wilayah NTB. Penduduk pesisir yang terbiasa dengan suhu hangat terpaksa harus menggunakan jaket saat beraktivitas di luar rumah.
BMKG memaparkan penyebab cuaca terasa dingin pada malam hingga pagi hari disebabkan oleh tiga faktor, yakni tutupan awan yang sedikit saat siang atau sore hari. Situasi itu membuat proses pelepasan panas ke atmosfer saat malam hari berlangsung sangat cepat tanpa ada penghalang awan.
Faktor lain adalah kelembaban udara yang rendah, sehingga permukaan bumi tidak bisa menahan panas lebih lama setelah matahari terbenam. Alhasil, udara dingin dari lapisan atmosfer atas lebih mudah turun ke permukaan.
Faktor terakhir yang menyebabkan suhu udara menjadi dingin adalah pergerakan angin di wilayah NTB sudah memasuki Monsun Australia yang membawa massa udara bersifat kering. (*)
Apa Reaksi Anda?