BHS Gelontorkan Uang Pembinaan bagi Pelestari Budaya Lokal

Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi penyelenggaraan pentas budaya dalam acara malam perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang digelar oleh warga…

Agustus 28, 2023 - 10:30
BHS Gelontorkan Uang Pembinaan bagi Pelestari Budaya Lokal

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Jatim Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengapresiasi penyelenggaraan pentas budaya dalam acara malam perayaan HUT ke-78 Kemerdekaan RI yang digelar oleh warga Perumahan Gunung Sari Indah (GSI) RW 9, Surabaya.

Apresiasi tersebut ditunjukkan BHS dengan memberikan uang pembinaan kepada emak-emak warga GSI RW 9 yang menampilkan tarian tradisional serta penampil campursari.

"Ternyata dalam memperingati HUT RI ke 78 dirayakan kompak beramai-ramai semua warga hadir untuk menyaksikan budaya Indonesia yaitu campursari dan sampai anak-anak pun juga hadir di situ. Jadi ini menunjukkan warga Gunung Sari sangat peduli terhadap budaya daripada bangsa ini," ucap BHS, Sabtu (27/8/2023) malam.

BHS pun menaruh perhatian bahwa perayaan HUT Kemerdekaan RI yang dirayakan tiap tahun harus mengedepankan budaya dan kesenian tradisional yang merupakan kearifan lokal dibandingkan mempertunjukkan seni modern.

"Saya pikir itu nggak tepat ya, wong kita ini dalam rangka memperingati kemerdekaan kan kalau bisa yang ada di dalam negeri keseniannya, karena budaya kita ini sangat banyak gitu. Jadi keragaman budaya kita, kesenian-kesenian kita sangat banyak," terangnya.

Perhatian BHS kepada kesenian tradisional ini bukanlah tanpa alasan, karena dirinya melihat bahwa pelaku seni tradisional jumlahnya cukup banyak namun kurang mendapatkan kesempatan bagi mereka untuk tampil. 

Anggota Dewan Pakar DPP Gerindra ini juga mendorong Pemerintah Surabaya Raya agar lebih memperhatikan eksistensi pelaku seni mendapatkan nafkah dari jalur kesenian.

"Mungkin 10 persen yang mendapatkan kesempatan itu (tampil), ini yang 90 persen ini mereka masih nunggu, masih nganggur. Wayang juga begitu, ketoprak juga begitu, ludruk juga begitu kalau semua warga di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto menggunakan itu semua maka mereka betul-betul bisa eksis, atau keberlangsungannya bisa terus," harap BHS yang menjadi blBacaleg DPR RI Dapil 1 Surabaya dan Sidoarjo.

Pria yang juga pengusaha transportasi laut ini pernah menyampaikan gagasannya untuk menampilkan kesenian tradisional di semua Wilayah Sidoarjo dan puncak acaranya bakal ditampilkan di alun-alun yang menjadi pusat kota udang tersebut. 

Hal ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi.

"Sidoarjo selatan, utara, barat, timur itu diadakan pesta kebudayaan yang dibiayai oleh APBD Kabupaten untuk menghibur mereka dan puncaknya itu ada di tengah alun-alun. Kalau ini juga dilakukan oleh Sidoarjo dan dilakukan oleh Surabaya maka budaya ini akan terus eksis tidak akan punah budaya itu," terang pria yang pernah maju jadi Cabup Sidoarjo tersebut.

bambang.jpgBHS memborong dagangan pelaku UMKM saat acara pentas budaya di Perumahan Gunung Sari Indah (GSI) RW 9, Surabaya, Sabtu (26/8/2023). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso pun menyambut baik gagasan BHS untuk melestarikan budaya dengan menggelar parade kebudayaan tradisional di beberapa wilayah di perkotaan. Hal ini juga untuk menguatkan semangat nasionalisme khususnya saat merayakan HUT Kemerdekaan RI.

"Kami berharap seluruh komponen bangsa, seluruh stakeholder di Surabaya khususnya juga pemerintah Kota Surabaya untuk terus menggalakkan adanya event-event yang menjaga eksistensi kebudayaan lokal yang ada di Kota Surabaya. Selain itu juga perlu adanya pemikiran dan program dari pemerintah Kota Surabaya untuk memberikan edukasi (kebudayaan) berjenjang," terang Cahyo.

Edukasi berjenjang tentang kebudayaan dan kesenian tradisional ini, dijelaskan Cahyo sebagai pengingat kepada generasi muda untuk mengetahui hal-hal asli Surabaya agar mereka menjadi penerus bangsa yang berkarakter.

"Ini yang menjadi PR kita bahwa sebenarnya PR kita menjadi bangsa yang kuat, menjadi negara yang maju salah satunya adalah kita harus memiliki karakter kepribadian, kepribadian yang berkebangsaan yang selalu saya sampaikan di mana-mana," tegasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat GSI RW 9 Yona Bagus menerangkan bahwa lingkungan perumahannya seringkali menampilkan kesenian dan budaya tradisional saat malam perayaan HUT Kemerdekaan RI sebagai acara hiburannya.

"Bagaimana kita benar-benar bisa mengembalikan tradisi kita, budaya kita supaya tidak digerus jaman. Kita tahu sendiri bahwa saat ini terkait dengan kemajuan teknologi digital maupun industri 4.0 itu memang membawa masyarakat kita khususnya golongan, generasi muda kita sudah hampir mulai melupakan tradisi-tradisi," kata Yona.

Yona yang maju menjadi Bacaleg DPRD Kota Surabaya dari dapil 5 melihat banyak pelaku seni di wilayahnya yang kehilangan panggung untuk mencari nafkah.  

Ia mendukung karang taruna mempertunjukan pentas seni dan budaya tradisional yang menjadi programnya untuk pelestarian kesenian dan kebudayaan dan mengurangi potensi hiburan yang bisa mereduksi moralitas anak bangsa.

"Baik di Wilayah Sambikerep, Lakarsantri, di Wiyung saat ini juga ada sama semuanya, kami support rekan-rekan untuk menampilkan kesenian tradisional, agar benar-benar masyarakat bawah ini, para pelaku seni ini turut serta merasakan kebahagiaan di hari ulang tahun kemerdekaan RI yang ke 78," tuturnya.

Di akhir pentas kebudayaan HUT RI ke 78 di GSI RW 9, BHS, Cahyo dan Yona mengunjungi bazar UMKM dan memborong dagangan mereka. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow