Bantu Hilirisasi Penelitian Alkes, Kemenkes Terbitkan Pedoman Hilirisasi Penelitian Alat Kesehatan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) terus berupaya membangun ekosistem dalam meningkatkan ak ...

Januari 19, 2024 - 16:30
Bantu Hilirisasi Penelitian Alkes, Kemenkes Terbitkan Pedoman Hilirisasi Penelitian Alat Kesehatan

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) melalui Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Ditjen Farmalkes) terus berupaya membangun ekosistem dalam meningkatkan akses, kemandirian, dan mutu alat kesehatan dengan pengembangan yang terintegrasi antara akademisi, swasta dan pemerintah. 

“Ekosistem yang lengkap dapat terbentuk melalui kemitraan para pihak yang kuat dan menjembatani potensi unsur penelitian (akademisi), dunia swasta (pelaku usaha), pemerintah, masyarakat, dan media,” ucap Dirjen Farmalkes, Lucia Rizka Andalucia dalam sambutannya pada acara Percepatan dalam Rangka Pengembangan Inovasi Produk Dalam Negeri di Jakarta, Jumat (19/1/2024). 

Lucia Rizka menjelaskan, ekosistem tersebut merupakan pendekatan yang ditempuh oleh berbagai negara dalam membangun industri alat kesehatan yang diyakini mampu mengatasi tantangan dalam hilirisasi riset alat kesehatan. 

“Sebagaimana kita ketahui, tantangan dalam hilirisasi riset adalah menghubungkan riset dengan industri dan menjembatani gap antara periset dan industri,” jelasnya. 

Ia menerangkan, untuk mencapai tujuan tersebut, maka ekosistem yang dibangun harus fleksibel, dapat bersifat top-down atau bottom-up, merujuk kepada rencana pembangunan kesehatan nasional, atau yang dikenal sebagai Transformasi Kesehatan. 

Kemenkes-RI-b.jpgDirjen Farmalkes, Lucia Rizka Andalucia (tengah) bersama pejabat Ditjen Farmalkes usai peluncuran Pedoman Hilirisasi Penelitian Alat Kesehatan. (FOTO: Fahmi/TIMES Indonesia)

“Untuk mengakselerasi berjalannya ekosistem tersebut, kami terbitkan Pedoman Hilirisasi Penelitian Alat Kesehatan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian alat kesehatan nasional,” terangnya. 

Pedoman Hilirisasi Penelitian Alat Kesehatan, lanjut Lucia Rizka, bertujuan untuk pengembangan potensi kekayaan intelektual di bidang alat kesehatan menjadi produk komersial, meningkatkan mutu penelitian dan relevansi hasil penelitian dengan transformasi kesehatan.

“Selain itu untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas peneliti alat kesehatan, meningkatkan diseminasi, hilirisasi hasil penelitian, dan perlindungan kekayaan intelektual secara nasional dan internasional di bidang alat kesehatan melalui pendampingan khusus dari hulu sampai hilir baik dari sisi regulasi, anggaran, pengujian, hingga komersialisasi,” ungkapnya. 

“Saya berharap, pedoman ini dapat menjadi tonggak pencapaian kita bersama yang akan membantu kita meningkatkan hilirisasi penelitian alat kesehatan, membangun ekosistem pengembangan alat kesehatan, dan pada akhirnya memperkuat ketahanan nasional di bidang kesehatan,” tandas Lucia Rizka. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow