Artmeru Dibuka, Galeri Seni Komersial Independen Pertama Perkuat Status Malang Kota Kreatif UNESCO

Status Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang Media Arts kini mendapat penguatan baru.

Juni 26, 2026 - 13:30
Artmeru Dibuka, Galeri Seni Komersial Independen Pertama Perkuat Status Malang Kota Kreatif UNESCO

MALANG - Status Kota Malang sebagai kota kreatif dunia di bidang Media Arts kini mendapat penguatan baru. Setelah resmi masuk UNESCO Creative Cities Network (UCCN), Malang akhirnya memiliki galeri seni rupa komersial independen pertama yang dirancang sebagai ruang pamer berstandar internasional. Artmeru Gallery resmi membuka ruang pamer perdananya melalui eksibisi bertajuk Mukadimah, Jumat (26/6/2026).

Kehadiran Artmeru Gallery di Jalan Semeru No.12 menjadi jawaban atas minimnya ruang pamer seni rupa murni yang selama ini dikeluhkan para seniman Malang. Selama bertahun-tahun, banyak perupa harus memamerkan karya mereka di kafe, hotel hingga ruang publik karena belum adanya galeri komersial yang representatif.

Co-Owner Artmeru Gallery, Sulung Christian Ang mengatakan, Malang sebenarnya memiliki jumlah seniman dan pelaku industri kreatif yang sangat besar. Namun, potensi tersebut belum diimbangi dengan infrastruktur yang memadai.

“Kalau di Malang sebenarnya senimannya banyak, pelaku kreatifnya juga beragam. Tapi wadahnya masih sangat kurang. Bahkan banyak seniman Malang justru lebih dikenal di luar daerah karena minimnya ruang pamer di kotanya sendiri,” ujar Sulung, Jumat (26/6/2026).

Berangkat dari keresahan itu, Sulung memanfaatkan lantai dua bangunan kolonial peninggalan tahun 1936 yang sebelumnya hanya digunakan sebagai ruang kosong. Setelah lebih dulu mengembangkan Toko Meru sebagai ruang ritel bagi ilustrator dan kreator lokal, kini bangunan tersebut disulap menjadi galeri seni permanen.

Menurutnya, Artmeru bukan sekadar menghadirkan satu pameran, melainkan membangun ekosistem seni rupa yang berkelanjutan.

“Kami ingin ekosistem seni rupa di Malang bisa tumbuh. Karena itu setelah pameran perdana ini, kami menargetkan lima sampai enam pameran setiap tahun, baik pameran tunggal maupun kolaborasi dengan seniman dari berbagai daerah,” ungkapnya.

Salah satu karya art textil di Artmeru Gallery Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
Salah satu karya art textil di Artmeru Gallery Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Sebagai pembuka, Artmeru menghadirkan pameran bertajuk Mukadimah yang berlangsung selama dua bulan, mulai 26 Juni hingga 26 Agustus 2026.

Sementara, Kurator pameran, Helmi Zuhdi, menjelaskan tema Mukadimah dipilih sebagai simbol dimulainya perjalanan baru Artmeru dalam membangun wajah seni rupa kontemporer Malang.

“Ini bukan sekadar pameran pertama, tetapi menjadi pembuka sekaligus DNA Artmeru ke depan. Kami ingin galeri ini menjadi ruang yang mampu menaungi seniman lintas generasi sekaligus memperkuat ekosistem seni rupa di Kota Malang,” kata Helmi.

Sebanyak 22 seniman terlibat dalam pameran tersebut, mulai dari perupa senior hingga seniman muda yang telah memiliki rekam jejak pameran internasional. Ragam karya yang ditampilkan juga cukup banyak, mulai lukisan, instalasi, tekstil, patung, new media art, hingga karya berbasis art toys.

Karya menakjubkan di Artmeru Gallery Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)
Karya menakjubkan di Artmeru Gallery Malang. (Foto: Rizky/TIMES Indonesia)

Selain menjadi ruang apresiasi seni, Helmi menegaskan Artmeru juga membawa misi edukasi. Masyarakat tidak hanya diajak menikmati karya seni, tetapi juga memahami bagaimana seni rupa memiliki nilai ekonomi yang dapat menopang kehidupan para seniman.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa karya seni bukan hanya untuk dipandang, tetapi juga bisa dikoleksi dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ini juga menjadi edukasi mengenai ekosistem seni yang sehat dan profesional,” ucapnya.

Untuk memperkuat keberlanjutan ekonomi kreatif, Artmeru juga menghadirkan A-Merch atau Toko Seni dan Desain. Melalui program ini, para seniman memproduksi merchandise resmi seperti cetak karya edisi terbatas, kaus hingga zine dengan sistem bagi hasil yang transparan.

Pameran Mukadimah dibuka untuk umum setiap hari pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Pengunjung dikenakan tiket masuk Rp15 ribu yang sudah termasuk suvenir. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow